Putraindonews.com - Surabaya | Manajer Persebaya Surabaya Yahya Alkatiri mengharapkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dapat mengevaluasi peraturan yang diterapkan untuk memberhentikan pertandingan sementara saat terdengar lagu-lagu rasis di dalam stadion karena itu sudah ada dalam regulasi.
"Saat di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) kemarin, pada menit ke berapa itu saya sudah meminta pertandingan sementara untuk dihentikan, itu ancaman, karena ini belajar dari kejadian Kanjuruhan, kalau di kejadian Kanjuruhan waktu kami menjadi saksi di pengadilan, satu pertanyaan saya kenapa waktu ada chant-chant rasis masih dilanjutkan," ujar Yahya dalam keterangannya di Surabaya, Kamis (3/8).
Baca JugaMensesneg Ungkap Istana sedang 'Bersih-Bersih Pasca PenyadapanMenurut dia, seharusnya jika terdengar lagu-lagu rasis yang berkumandang di stadion secara regulasi itu bisa dihentikan sementara dan dirinya saat di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) sudah menanyakan tersebut tetapi masih diteruskan.
"Saya sempat menanyakan, LIB ini hanya mau menyelenggarakan pertandingan sampai selesai atau mau faktor keamanannya juga didukung," katanya.
Baca JugaKepala BIN Ungkap Penyadapan Ilegal Bisa Mengarah ke MakarYahya menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Direktur Operasional PT LIB terkait masalah petugasnya di lapangan yang tidak mengiyakan protes yang dirinya lakukan.
"Saya sampaikan, kemarin petugas di lapangan ketika saya berbicara seperti itu, dia tidak mengiyakan dan itu beresiko," kata Yahya.
Baca JugaBMKG Sebut Gempa Tektonik di Sigi Dipicu Aktivitas Sesar PaloloOleh karena itu, kata dia, pihaknya mengingatkan LIB untuk mengevaluasi hal-hal seperti itu karena memang sudah ada regulasinya dan lagu-lagu tersebut ada ancaman pembunuhan.
"Di negara kita, ancaman itu ada pidananya," ucapnya. Red/MTB
Baca JugaJenderal Listyo Dicpot dari Dewan Penasihat KSPSI