Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Pidato Dihadapan PA GMNI, Mahfud MD ; Bung Karno adalah Peletak Dasar Konsep Hukum Progresif

S Samsuddin • 26 Mar 2022 • 0 komentar
Pidato Dihadapan PA GMNI, Mahfud MD ; Bung Karno adalah Peletak Dasar Konsep Hukum Progresif

***

Putraindonews.com - Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa Bung Karno merupakan salah satu peletak dasar konsep hukum yang progresif.

Hal ini ditegaskan Mahfud saat memberikan pidato di hadapan Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI), di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (26/3).

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

"Kita tahu dari sudut filsafat hukum misalnya, Bung Karno merupakan salah satu peletak dasar konsep hukum yang progresif dengan penekanan terciptanya keadilan subtantif dan kemanfaatan umum.

Itu bisa dilihat dari pidato Bung Karno dari sidang pleno BPUPK kedua pada tanggal 10 Juli 1945," papar Mahfud.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Menurut Mahfud, hukum merupakan kata kerja dan bukan pasal-pasal yang mati, karena menurut Mahfud, hukum dibuat untuk manusia dan untuk melayani manusia bukan manusia untuk hukum.

"Bagi saya ini penting karena prosedur-prosedur formalitas aturan yang tidak memenuhi rasa keadilan dan tidak memberi manfaat terhadap masyarakat, itu harus dibuang ke tempat sampah, itu kata Bung Karno," ujar Mahfud menirukan pidato Bung Karno.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Bagi Mahfud, Bung Karno menjadi tokoh paling depan dalam lahirnya ideologi negara pancasila, dari mulai saling melempar usul di publik pada 1930an dan di BPUPK sejak awal tahun 1945.

kemudian membangun kompromi ide atau modus vivendi melalui piagam Jakarta dan memimpin finalisasi ideologi negara yang secara resmi dan permanen dikenal sebagai Pancasila yang tercantum dalam pembukaan undang-undang dasar 1945.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Berbicara tentang Pancasila, Marhaenisme dan Bung Karno, menurut Mahfud, PA GMNI tidak hanya berbangga sebagai pengemban idealisme Bung Karno dalam mendirikan dan membangun Indonesia. Tapi juga harus berjuang mewujudkannya dengan segala risiko seperti yang dilakukan dan dialami oleh Bung Karno.

"Bung Karno bukan hanya pelempar ide yang kemudian tidak bergerak untuk mewujudkannya, melainkan terus menginternalisasikan ide-idenya itu ke dalam pengorganisasian berbangsa dan bernegara secara dinamis," tambah Mahfud.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Bung Karno, lanjut Mahfud, juga pandai menciptakan idiom dan adagium yang sangat revolusioner seperti istilah Jas Merah, Trisakti sebagai azimat revolusi.

"Dengan Jas Merah, Bung Karno menyadarkan kita, bahwa berdasar perjalanan sejarah manusia dan bangsa-bangsa di dunia, setiap perjuangan itu, pasti menghasilkan akibat dan hasil seperti yang diusahakannya dalam semangat perjuangan.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Sebaliknya penghianatan, pada saatnya juga akan menumbangkan sang penghianat sendiri. Setiap kebaikan akan memetik kebaikannya," tegas Mahfud sembari menjelaskan istilah Trisaksi dari Bung Karno sebagai azimat revolusi bangsa Indonesia.

Di akhir pidatonya, Mahfud berharap Persatuan Alumni GMNI yang memiliki energi besar untuk memupuk nasionalisme demi kemakmuran rakyat, dapat mengembangkan demokrasi yang diabdikan bagi kepentingan rakyat.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

"Saya yakin sepenuhnya Persatuan Alumni GMNI adalah aset nasional yang sangat diperlukan keberadaan dan perannya, terutama dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dan berjuang mewujudkan masyarakat Pancasila dengan berpegang pada ajaran marhaenisme Bung Karno," pungkas Mahfud.

Turut hadir dalam momentum ini, Megawati Soekarnoputri sekaligus melantik pengurus PA GMNI yang baru, Guntur Soekarnoputra, Ketua PA GMNI Arief Hidayat, Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman dan beberapa penjabat negara lainnya. Red/Ben

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 ***

Bagikan berita:

Berita Terkait