Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Plt Kepala UPT SPF SD Negeri Borong Makassar RDP Dengan Orangtua Siswa

S Samsuddin • 13 Dec 2024 • 0 komentar
Plt Kepala UPT SPF SD Negeri Borong Makassar RDP Dengan Orangtua Siswa

Putraindonews.com, Sulsel - "Saya ingin memuliakan Bapak-Ibu, maka itu saya undang ki untuk hadir dalam pertemuan ini," kata Plt Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Muhammad Agus, S.Pd, Gr, membuka sambutannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan orangtua siswa, di Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong, Kamis, 12 Desember 2024

Di hadapan perwakilan kelas orangtua siswa kelas 1 hingga kelas 6 itu, Muhammad Agus menyampaikan bahwa dia mesti mendengar dari banyak pihak. Sebab, dia mau, bila sekolah maju dan bahagia, itu juga dirasakan warga sekolah.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Karena itu, dia mengadakan RDP agar orangtua dapat menyampaikan aspirasi mereka. RDP ini penting, tambahnya, karena akan menjadi masukan bagi dia selaku Plt Kepala Sekolah dalam mengambil keputusan.

Dalam RDP yang dipandu Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu, Saparuddin Numa, S.I.P itu, tema yang dibahas terkait keamanan, fasilitas sekolah, program dan kegiatan, pembelajaran, serta guru. RDP ini dihadiri guru dan tenaga kependidikan SD Negeri Borong.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Guru PJOK pada SD Negeri Pongtiku 1 itu menambahkan, begitu dia ditunjuk menjadi Plt Kepala Sekolah, dia menyatakan kesiapannya. Dia optimis bahwa bekal ilmu yang diberikan pemerintah selama ini untuk memajukan sekolah, dapat diimplementasikan di SD Negeri Borong.

"Meski saya dari segi usia masih muda, tapi insya Allah, saya bisa membersamai Bapak-Ibu semua," imbuhnya.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Dia berencana akan membuka jadwal khusus agar orangtua siswa dan siswa, dapat bertemu dengan kepala sekolah. Muhammad Agus berharap, semoga dalam waktu 100 hari masa tugasnya, ada yang berubah dan semakin baik ke depan.

Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Muhammad Arif, mengaku bangga diundang hadir dalam kegiatan ini untuk bicara peran dan fungsi Komite Sekolah. Dikatakan, program-program sekolah sudah ditalangi dalam dana BOS. Namun, berupa sumbangan, sepanjang bermanfaat, disepakati bersama, dan tidak ada paksaan maka dibolehkan. Sedangkan yang tidak dikaver dana BOS, dibolehkan jika tidak memberatkan.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Keberadaan Komite Sekolah ini merujuk pada Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Komite Sekolah merupakan wujud partisipasi dan kolaborasi orangtua dan mereka yang peduli dalam memajukan pendidikan.

Muhammad Arif menanggapi positif RDP ini. Dia mengajak orangtua sebagai warga sekolah untuk berkolaborasi memajukan sekolah. Masukan-masukan yang diberikan tentu akan jadi pertimbangan.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

"Sebuah perencanaan yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula," terang Muhammad Arif, yang pernah jadi Lurah Maccini Gusung itu.

Ketua Komite SD Kompleks Borong, Drs H Marzuki, menyampaikan bahwa selama ini SD Negeri Borong banyak meraih prestasi berkat kerjasama orangtua, guru dan kepala sekolah. Namun, menurutnya, RDP ini merupakan kesempatan bagi orangtua untuk memberikan masukan kepada kepala sekolah yang baru.

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

Pegiat Sekolah Ramah Anak (SRA), Rusdin Tompo, yang hadir dalam pertemuan menyampaikan bahwa aspek partisipasi memang menjadi salah satu poin SRA, di samping rasa aman, nyaman, bersih, dan sehat. Hanya diingatkan, RDP yang jadi ruang partisipasi tak menggunakan pendekatan berbasis masalah tapi solusi.

"Kita boleh saja transparan, tapi jangan juga semua dibuka. Harus ki sipakatau dalam menyelesaikan masalah dan saling percaya," terang penulis buku dan pegiat literasi itu.

Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke Jakarta

Menurut salah seorang yang ikut mendirikan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Selatan --dari unsur media, lebih 25 tahun lalu-- penyelesaian persoalan tidak semua harus diserahkan dan berpusat kepada kepala sekolah. Dia percaya, guru pun dapat menangani persoalan yang dihadapi.

"Luar biasa ini RDP, yang biasanya ada di gedung parlemen, antara warga dengan anggota dewan, tapi kali ini diadakan di SD Negeri Borong," pungkas Rusdin Tompo. Red/Umar

Baca JugaDukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen

Bagikan berita:

Berita Terkait