Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Positif COVID-19 di Jatim Naik, Khofifah Minta Warga Jangan Mudik

S Samsuddin 23 May 2020 0 komentar
Positif COVID-19 di Jatim Naik, Khofifah Minta Warga Jangan Mudik
PUTRAINDONEWS.COM

JAKARTA | Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat khususnya warga Jawa Timur agar tidak mudik untuk merayakan Idul Fitri 1441 H pada masa pandemi COVID-19. Sebab, aktivitas mudik berpotensi menularkan virus corona jenis baru kepada keluarga di kampung halaman.

Khofifah, melalui video telekonferensi yang disiarkan di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta pada Sabtu (23/5) mengatakan, seseorang yang berasal dari daerah episentrum COVID-19 dan melakukan perjalanan ke suatu daerah, maka dia adalah orang yang termasuk dalam kategori Orang Dengan Risiko (ODR).

Baca JugaRUU Kamla Dinilai Tak Punya Ruang, Soleman Ponto: Jangan Ulangi Perdebatan Dua Dekade

"Nah, kapan orang dengan resiko ini kemudian kembali ke kampung atau mudik, maka potensial menyebarkan, menularkan siapa saja yang akan kita temui, kalau misalnya ternyata kita adalah OTG, Orang Tanpa Gejala,” kata Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Menteri Sosial itu juga mengungkapkan bahwa Orang Tanpa Gejala (OTD) yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Mereka yang dinyatakan terinfeksi virus melalui serangkaian tes ini adalah orang yang memang tidak menunjukkan gejala COVID-19 pada umumnya seperti flu, batuk, demam, sesak nafas dan lainnya.

Baca JugaOperasi Tim SAR Ditutup, Keluarga Jurnalis yang Hilang Gelar Tabur Bunga

"Contoh di Jawa Timur, semula 21%, naik 26%, dua hari belakangan, sudah 34,2%. Artinya, yang kita tidak ada gejala flu, pilek, sesak nafas apalagi, demam juga tidak, tapi ternyata dia _carrier_,” jelas Khofifah.

Oleh sebab itu, Khofifah menganjurkan agar warga dapat bersabar dan mengurungkan niat untuk mudik. Dia memahami bahwa momentum Idul Fitri memang lekat dengan silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, akan tetapi selama pandemi COVID-19, maka hal itu dapat diganti dengan memanfaatkan teknologi.

Baca JugaKarya Bakti TNI Peduli Sampah, Kodim 0508 Depok Gandeng Pemkot dan Warga Bersihkan Pasar Kemiri Muka

"Kita jaga diri kita, kita jaga keluarga kita, kita jaga kerabat kita, karena biasanya yang mudik pasti sudah rindu kampung halaman. Hari pertama, hari kedua, biasanya keliling kampung, ingin silaturahim,” kata Khofifah.

"Hari ini, silaturahim kita lakukan secara online. Hari ini, halal bihalal kita lakukan secara online,” imbuhnya.

Baca JugaOperasi SAR Selat Sunda-Enggano Resmi Dihentikan, Dayung Serunting IMO-Indonesia Lanjutkan Monitoring

Sebagai informasi, menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 pada hari ini Sabtu (23/5) ada sebanyak 949 orang sehingga jumlah totalnya sebanyak 21.745. Dalam hal ini Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah penyumbang angka penambahan terbanyak, yakni 466 sehingga total kasus menjadi 3.595 orang.

Sebelumnya, pada Kamis (21/5) Gugus Tugas mencatat data tertinggi penambahan kasus hingga mencapai 973 orang, dalam kurun waktu hampir tiga bulan sejak diumumkan kasus pertama COVID-19 di Indonesia, yang mana Provinsi Jawa Timur menyumbang angka peningkatan terbanyak yakni 502 orang. Red/Ben

Baca JugaBersiap! Akan Ada Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta

Bagikan berita:

Berita Terkait