Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Prihatin Atas Peristiwa Barisan Pejuang Karhutla Riau, Alex Indra Atensi standar keselamatan

S Samsuddin • 31 Mar 2026 • 0 komentar
Prihatin Atas Peristiwa Barisan Pejuang Karhutla Riau, Alex Indra Atensi standar keselamatan

Putraindonews.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menegaskan, pekerjaan pemadaman api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), merupakan salah satu pekerjaan dengan resiko tinggi.

“Nyawa itu sangat berharga. Karenanya, perlengkapan keselamatan itu sangat penting tersedia dan dipakai secara lengkap saat bertugas. Jangan sampai ada kejadian, tim Manggala Agni bertugas dengan standar keselamatan seadanya,” tegas Alex dalam pernyataan tertulis, Selasa (31/3).

Baca JugaKomisi X Rencana Panggil Kemdiktisaintek Perihal Soal Pendirian Universitas Republik Indonesia

Desakan ini disampaikan Alex, merespon kabar duka yang datang dari barisan pejuang Karhutla Riau, Senin (30/3/2026) lalu. Seorang personel Regu 4 Manggala Agni Daops Siak, Muharmizan (44), meninggal dunia secara mendadak usai menjalankan tugas pemadaman di Desa Palkun, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Insiden duka dengan pola kejadian serupa, juga menimpa Ipda Donald Junus Halomoan, perwira Brimob Polda Riau, yang meninggal dunia pada Minggu pagi, 4 Agustus 2025 pukul 08.00 WIB. Almarhum meninggal dunia disaat bertugas menangani Karhutla di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir.

Baca JugaKepala BGN Baru Harus Lebih Masifkan Program MBG, Jangan Abaikan Hak Jutaan Penerima Manfaat

Atas insiden berulang yang dialami personel yang dijuluki ‘Panglima Api’ itu, Alex mengingatkan jajaran Kementrian Kehutanan, untuk memastikan kejadian kematian secara mendadak tak lagi berulang dialami personel Manggala Agni maupun petugas dari institusi lainnya yang diterjunkan memadamkan Karhutla.

“Mewakili pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI, kami menyampaikan duka mendalam atas gugurnya salah seorang anggota Regu 4 Manggala Agni Daops Siak, Senin (30/3/2026) lalu,” ungkap Alex.

Baca JugaPerkuat Diplomasi Parlemen, Irine Y. Roba: Kampus Jadi Mitra Strategis Kebijakan Nasional

“Penyebab gugurnya personel Manggala Agni ini harus diselidiki hingga tuntas, agar kejadian serupa tak berulang lagi di masa depan,” tambah Alex yang juga ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat itu.

Selain itu, Alex meminta, 956 orang personel Manggala Agni dibawah kendali Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatera yang membawahi 10 provinsi di Pulau Andalas itu, juga mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan dan keselamatan kerja.

Baca JugaSoroti Kecelakaan Kereta Bekasi, Lasarus: Perlintasan Sebidang Jadi Biang Masalah, Desak Evaluasi Nasional

“Perlindungan asuransi kesehatan dan keselamatan kerja ini penting, sebagai bukti kehadiran negara dalam melindungi anggota keluarga dari personel yang mendapat beban tugas negara,” terang Alex.

Selain asuransi, Alex juga mengingatkan pentingnya dilakukan pemeriksaan kesehatan secara regular untuk setiap personel Manggala Agni yang bertugas memadamkan api Karhutla.

Baca JugaDorong Regulasi AI, Habib Aboe Bakar: Teknologi Harus Dikendalikan Manusia

“Dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala, keselamatan personel yang diturunkan memadamkan kobaran api, jadi lebih terjaga sehingga tidak memicu terjadinya kecelakaan kerja,” terang Alex.

Diketahui, jenazah almarhum Muharmizan dimakamkan di kampung halamannya, Kampung Rempak, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Riau.

Baca JugaAncaman Siber Meningkat, Legislator PDIP Dorong Literasi Digital Jadi Pilar Pertahanan Negara

Terpisah, Kabid Kedaruratan BPBD dan Damkar Riau, Jim Gafur, Selasa (31/3/2026) mengungkapkan, Karhutla di Riau terdeteksi 21 titik api (firespot) yang tersebar di sejumlah wilayah kabupaten kota di Riau.

Di Kabupaten Pelalawan, terdapat tiga titik api yang masih aktif, masing-masing berada di Desa Merbau (Kecamatan Bunut), Desa Pulau Muda (Kecamatan Teluk Meranti), dan Desa Teluk Dalam (Kecamatan Kuala Kampar).

Baca JugaTurut Berbelasungkawa, DPR Minta Investigasi Total Soal Tabrakan Kereta Di Bekasi

Ketiga lokasi tersebut dilaporkan masih memiliki titik api dengan asap cukup tebal, sehingga proses pemadaman terus berlangsung.

Untuk wilayah Kota Dumai, dari lima titik api yang terpantau, sebagian besar telah berhasil dipadamkan. Dua titik di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, serta satu titik di Kelurahan Bagan Besar Timur, Kecamatan Bukit Kapur, dilaporkan padam total.

Baca JugaKomisi V Minta Pemerintah Tuntaskan Darurat Perlintasan Sebidang Kereta Api

Sementara itu, satu titik di Kelurahan Tanjung Palas masih menyisakan asap tipis dan dalam tahap pendinginan. Di Indragiri Hulu (Inhu), dua titik api terdeteksi di Desa Sekip Hilir dan Desa Redang. Satu titik telah padam total, sedangkan satu lainnya masih dalam proses pendinginan akibat asap tipis yang tersisa.

Hal serupa terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dengan tiga titik api di Desa Pasir Mas, Desa Teluk Nibung, dan Desa Bekawan. Ketiganya masih mengeluarkan asap tipis dan saat ini dalam tahap pendinginan oleh petugas di lapangan.

Baca JugaGeopolitik Memanas, Dave Laksono: Indonesia Perlu Memperkuat Kedaulatan dan Tetap Pegang Prinsip Bebas Aktif

Di Bengkalis menjadi wilayah dengan titik api terbanyak, yakni delapan titik. Sejumlah lokasi seperti Desa Sukarjo Mesim, Pergam, Teluk Lecah, hingga Titi Akar dilaporkan masih memiliki api aktif disertai asap tebal.

Upaya pemadaman dilakukan secara intensif, termasuk penyekatan menggunakan alat berat guna mencegah api meluas. Red/ES

Baca JugaUjang Komarudin: Stabilitas Politik, Kunci Indonesia Bertahan di Tengah Gejolak Global

Bagikan berita:

Berita Terkait