Putraindonews.com, Jakarta – Perusahaan petrokimia raksasa Indonesia PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyatakan force majeure setelah terjadinya gangguan pengiriman bahan baku melalui Selat Hormuz imbas perang antara Israel-AS dan Iran.
Perusahaan milik Prajogo Pangestu itu menyatakan adanya pemberitahuan gangguan pada 2 Maret terkait gangguan tersebut.
Baca JugaLagi, Ratusan Siswa di Bogor Diduga Keracunan MBGMelansir Bloomberg, dalam pemberitahuan itu disebutkan durasi force majeure masih belum dapat dipastikan mengingat konflik di Timur Tengah masih sedang memanas.
Manajemen Chandra Asri juga menyatakan tengah memantau perkembangan situasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca JugaMoeldoko Sarankan Keistimewaan Bebas Gage Bagi Mobil Listrik DicabutTPIA juga telah mengambil berbagai langkah- pencegahan untuk menjaga ketahanan operasional di seluruh unit bisnis.
“Sebagai bagian dari langkah-langkah ini, kami akan menyesuaikan tingkat operasional (run rates) di pabrik-pabrik kami,” kata manajemen TPIA dikutip Bloomberg, Rabu (4/3). Red/HS
Baca JugaMenlu Singapura Kunjungi Indonesia di Tengah Memanasnya Hubungan Indonesia-Singapura