Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Rapat Koordinasi, Mentan SYL ; Perkuat Pengembangan Hingga Hilirisasi Komoditas Hortikultura

S Samsuddin • 21 Dec 2021 • 0 komentar
Rapat Koordinasi, Mentan SYL ; Perkuat Pengembangan Hingga Hilirisasi Komoditas Hortikultura

***

Putraindonews.com - Bogor | Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) terus berupaya memperkuat hilirisasi sektor pertanian, terutama untuk mendongkrak nilai ekspor.

Oleh karena itu, mantan Gubernur Sulsel dua periode ini meminta seluruh jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) untuk segera melakukan penguatan pengembangan komoditas hortikultura mulai dari aktivitas on farm hingga off farm guna memberikan nilai tambah usaha tani serta mendukung program tiga kali ekspor.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

“Kita harus bisa memperhitungkan offtakernya siapa, sehingga produk yang dihasilkan oleh petani sudah jelas marketnya.

Saya ingin kita tidak sampai ke budidaya saja tapi juga fokus kepada upaya hilirisasi industri primer, “ ujar Mentan SYL dalam Rapat Kordinasi (Rakor) Pengembangan Hortikultura Tahun 2022 di Bogor, Senin (20/12)

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Berangkat dari ini, SYL menekankan Rakor ini harus menjadi momentum untuk membangun semangat, komunikasi dan menjadi petunjuk jalan untuk membangun program guna menghasilkan komoditas hortikultura yang lebih baik, yakni bernilai tambah ekspor.

Hal ini sangat penting diwujudkan mengingat permintaan terhadap produk lokal hortikultura sangat banyak, sehingga menjadi peluang besar pengembangan komoditas hortikultura yang lebih fokus dalam skala korporasi dan menghasilkan produk yang berkualitas.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

"Ini terbukti dari gelaran One Day with Indonesian Coffee, Fruits, and Floriculture (ODICOFF,- red) tercatat potensi penjualan produk Hortikuktuta senilai Rp 378 miliar.

Untuk itu menentukan market place dan market retail produk pertanian harus dipikirkan dengan baik, “ ungkapnya

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Lebih lanjut SYL kemajuan pertanian Indonesia ke depan juga tidak lepas dari peran petani milenial. Penumbuhan petani milenial harus terus didorong secara masif dengan mengoptimalkan peran Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan yang sudah dikukuhkan.

Keterlibatan secara aktif Jaringan Pertanian Nasional (JPN) dalam sektor pertanian dilakukan untuk mengkoordinasikan informasi dan program-program pembangunan di setiap kabupaten agar lebih cepat.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

“Saya senang ada Jaringan Pertanian Nasional (JPN,- red) dan saya berharap JPN dapat menjadi pioner di lapangan untuk mengakselerasi pembangunan pertanian di daerah," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, SYL mengapresiasi Direktorat Jenderal Hortikultura atas terselenggaranya kegiatan Rakor Pengembangan Hortikultura ini sebagai upaya mencapai sinergi program untuk mendukung pengembangan hortikultura ke depan.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Rakor ini harus dapat memberikan dampak positif dan mempererat kerjasama antar kementerian/lembaga dan petani dalam menjadikan hortikultura yang lebih baik.

"Oleh karena itu, Rakor ini penting untuk membangun roadmap agar kita menentukan langkah-langkah apa yang mau kita lakukan, fokusnya mana dan daerah mana saja. Itu yang kita susun bersama agar nantinya kita tidak bingung," tandasnya. Red/Ben

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo ***

Bagikan berita:

Berita Terkait