Putraindonews.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah merosot hingga ke angka Rp18.009 per dolar AS pada perdagangan Senin (27/7) di tengah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Pelemahan itu tercatat sebesar 0,26 persen meski indeks dolar AS melandai dan konflik Timur Tengah mereda.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media OnlineDilansir dari Investor Daily, kondisi rupiah merosot dari penutupan perdagangan Jumat (24/7/2026) yang sebelumnya berada di level Rp17.963 per dolar AS berdasarkan data penutupan pasar Bloomberg.
Dalam pandangannya, pengamat mata uang Lukman Leong memandang bahwa penyebab utama kejatuhan nilai tukar nasional merupakan murni berasal dari dinamika domestik, yang sesaat menghapus potensi penguatan akibat berkurangnya tekanan geopolitik global.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat"Rupiah seharusnya menguat hari ini oleh pelemahan indeks dolar AS di tengah meredanya tensi geopolitik Timur Tengah. Namun pengunduran diri Gubernur BI menekan sentimen baik rupiah maupun ekuitas," ujar Lukman. Red/HS