Putraindonews.com, Jakarta – Rupiah terus tertekan di tengah situasi ekonomi global yang sedang berkecamuk imbas perang yang berlangsung di Timur Tengah.
Terbaru, nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) masih berada dalam posisi lemah. Per Sabtu pagi, 16 Mei 2026, nilai tukar rupiah atas dolar menyentuh Rp17.592 yang menandai posisi terlemah selama beberapa tahun terakhir.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatSaat ini harga minyak mentah Brent masih melambung ke posisi US$107,17 per barel yang menyebabkan mata uang kawasan yang bergantung pada pasokan minyak mentah dari Timur Tengah semakin tertekan.
Sementara itu, perang sejauh ini belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dengan pengajuan kembali proposal perdamaian antara AS dan Iran oleh masing-masing pihak.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatSementara dari dalam negeri, belum ada sentimen yang bisa memperkuat posisi tawar rupiah. Secara umum, sentimen investor sedang buruk terhadap pasar Indonesia lantaran kondisi ruang fiskal yang sempit. Red/HS