Putraindonews.com, Jakarta – Pasca erupsi Gunung Anak Krakatau sejumlah wilayah terkena dampak berupa abu vulkanik hingga gas Sulfur Dioksida (SO2) yang dinilai berbahaya bagi kesehatan manusia.
Informasi terbaru bahkan menyebut sebaran SO2 dari erupsi GAK telah mengepung wilayah Jabodetabek dan Banten.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media OnlineMenanggapi kecemasan warga, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, memberikan verifikasi resmi dan meluruskan fakta terkait sebaran gas vulkanik tersebut.
Ia menyebut bahwa Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi magmatik bertipe lava fountain yang melepaskan gas SO2 dalam kuantitas besar.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatLanjutnya, erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini membuat keberadaan gas relatif berada pada lapisan atmosfer yang lebih rendah atau dekat dengan permukaan tanah.
Akibat terbawa angin, paparan atau bau gas SO2 memang berpotensi tercium oleh masyarakat di wilayah Banten, Jabodetabek, hingga Lampung.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatPada konsentrasi yang melebihi ambang batas normal, gas SO2 dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, antara lain, ritasi pada mata dan organ paru-paru, batuk dan sesak napas. Sementara, untuk paparan dalam konsentrasi tinggi dapat berisiko kegagalan alat pernapasan. Red/HS