Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Temui Pengusaha Se-Jatim, Menteri BUMN ;  Tak Mungkin Ekonomi Tumbuh Kalau Tidak Rukun !

S Samsuddin • 17 Jun 2022 • 0 komentar
Temui Pengusaha Se-Jatim, Menteri BUMN ;  Tak Mungkin Ekonomi Tumbuh Kalau Tidak Rukun !

***

Putraindonews.com - Jakarta |  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan BUMN harus menjadi penyeimbang pasar. Hal ini ditunjukan dengan intervensi tatkala kondisi pasar sedang tidak seimbang, seperti saat isu kelangkaan masker, oksigen, hingga bahan pokok.

Erick mengatakan, upaya menjaga keseimbangan merupakan bagian dari transformasi BUMN. Dengan mengikis kesenjangan dan meningkatkan keseimbangan, perekonomian akan dapat bergerak maju.

Baca JugaMensesneg Ungkap Istana sedang 'Bersih-Bersih Pasca Penyadapan

"Artinya keseimbangan. Tidak mungkin ekonomi kita tumbuh kalau tidak rukun dan tidak ada keseimbangan, itu lah fungsi intervensi dari BUMN," ujar Erick saat bertemu dengan para pengusaha se-Jatim, Indonesia Link, di Royal Tulip Darmo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/6/2022).

Erick telah menancapkan dua fokus prioritas dalam mewujudkan keseimbangan melalui pendanaan dan pendampingan. Untuk itu, Erick pun memetakan fokus masing-masing bank BUMN agar tak lagi saling bersaing memperebutkan sektor pembiayaan korporasi besar dan melupakan UMKM.

Baca JugaKepala BIN Ungkap Penyadapan Ilegal Bisa Mengarah ke Makar

"Perbankan kita fokuskan. Dulu, BNI, BRI, Mandiri, semua rebutan korporasi, semua bikin kartu kredit, buat apa, akhirnya terjadi kesenjangan, yang kecil tidak merasa diurusi dan yang besar selalu disalahkan," ucap Erick.

Untuk itu, Erick menugaskan Bank Mandiri fokus pada korporasi, BRI menggarap pasar UMKM, dan BNI menjadi bank internasional yang berorientasi ekspor produk Indonesia.

Baca JugaBMKG Sebut Gempa Tektonik di Sigi Dipicu Aktivitas Sesar Palolo

"BRI waktu saya datang (menjabat Menteri BUMN) 80 persen pinjaman korporasi besar, tidak bisa. BRI harus fokus merajut UMKM. kita gabungkan BRI, PNM, Pegadaian. Kemarin rights issue BRI Rp 96 triliun terbesar di Asia Tenggara, nomor dua di Asia, dan nomor tujuh dunia. Artinya tidak hanya pakai modal pemerintah tapi lewat aksi korporasi yang dipercaya market," ucap Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah tersebut.

Erick menyampaikan fokus model bisnis akan mampu menguatkan kinerja BUMN yang pada akhirnya berdampak baik untuk ekosistem ekonomi nasional.

Baca JugaJenderal Listyo Dicpot dari Dewan Penasihat KSPSI

"BUMN juga harus seimbang, korporasinya mesti untung supaya dapat intervensi. Kalau BUMN tidak sehat dan rugi, bagaimana bisa mendorong dan intervensi. Alhamdulillah, dengan transformasi kita dapat menggenjot laba bersih BUMN secara konsolidasi dari Rp 13 triliun pada 2020 menjadi Rp 126 triliun pada 2021," kata Erick menambahkan. Red/Ben

***

Bagikan berita:

Berita Terkait