Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Terpapar COVID-19, Bukan Aib dan harus Jujur!

S Samsuddin 28 Apr 2020 0 komentar
Terpapar COVID-19, Bukan Aib dan harus Jujur!

PUTRAINDONEWS.COM

BANDUNG - JABAR | Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menegaskan, terjangkit Covid-19 bukan sebuah aib yang harus disembunyikan. Sebaliknya, jika mengalami gejala terjangkit COVID-19 harus segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan dan mengisolasi secara mandiri.

"Kami mengimbau kepada masyarakat bahwa orang yang terpapar Covid-19 ini bukan sebuah aib. Jadi kalau terdeteksi itu tidak usah disembunyikan. Justru kalau terdeteksi diwajibkan isolasi mandiri terlebih dahulu.

Baca JugaHeboh! Warna Air Kolam Gunung Sindur Tiba-Tiba Berubah Jadi Merah

Apabila disembunyikan akan menjadi pekerjaan berat bagi Pemkot Bandung," ujar Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Selasa (28/04/20).

Ema meminta setiap warga Kota Bandung mempunyai tanggung jawab moral melindung dirinya dan orang lain. Oleh Karena itu, dia mengimbau jika mengalami gejala-gejala seperti terjangkit virus corona, maka harus segera menghubungi 119 atau gugus tugas di kewilayahan.

Baca JugaKapolri Dorong Polwan Kompetitif di Ajang IAWP yang Diikuti 43 Negara

"Kami meminta kepada semua warga Kota Bandung agar mengambil sikap jujur dan bertanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain agar wabah ini dapat ditekan penyebarannya," pintanya.

Sebelumnya, salah satu karyawan minimarket di daerah Antapani Kota Bandung positif terpapar Covid-19. Karena tak ingin diisolasi dan dijauhi, karyawan yang bersangkutan tidak jujur tentang kondisi tubuhnya.

Baca JugaDukcapil Kota Blitar Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial

"Pada awal April, tenaga medis sudah memperingatkan agar orang yang bersangkutan harus segera isolasi mandiri. Mungkin karena alasan ekonomi atau perintah pimpinannya, ia tetap bekerja. Kemudian berinteraksi dengan orang lain dan konsumen, pada akhirnya toko itu ditutup. Nah itu dampaknya," ucapnya.

Ema berharap kejadian itu tidak terulang kembali dengan menerapkan standar pengamanan kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Baca JugaPresiden Prabowo Teriak Free Palestine di Resepsi Pondok Gontor

"Toko modern saat ini tidak ada persoalan, kalau mau beroperasi ya silahkan. Jam operasional itu harus dipatuhi, setiap kantor usaha juga harus mengecek karyawannya. Bila perlu rapid test massal, mulai dari manajemen dan seluruh karyawan di perusahaan itu," tandasnya. (Red.Guh/Iwnaruna)

Bagikan berita:

Berita Terkait