Putraindonees.com - Bandung | Banjir melanda 2 (dua) kecamatan di Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat pada Jumat (24/12) pukul 16.30 waktu setempat. Banjir dilaporkan terjadi akibat meluapnya Sungai Cigalumpit, anak Sungai Ciyasana, dan Sungai Cibeusi setelah terjadi hujan deras.
Adapun wilayah yang terdampak yaitu Desa Cileunyi Wetan di Kecamatan Cileunyi, dan Desa Rancaekek Kulon dan Rancaekek Wetan di Kecamatan Rancaekek.
Baca JugaMensesneg Ungkap Istana sedang 'Bersih-Bersih Pasca PenyadapanBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan sebanyak 878 Kepala Keluarga (KK) atau 2.987 jiwa terdampak dengan rincian 2.703 jiwa berasal dari Kecamatan Rancaekek dan 284 jiwa lainnya berasal dari Kecamatan Cileunyi. Hingga siaran pers ini dirilis, belum ada catatan warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.
Selain korban jiwa, banjir juga berdampak pada 60 unit rumah warga, 1 diantaranya mengalami rusak berat. Dua unit masjid terendam, 1 unit jembatan penyeberangan rusak berat, dan 5 hektar sawah terendam.
Baca JugaKepala BIN Ungkap Penyadapan Ilegal Bisa Mengarah ke MakarHujan deras dan meluapnya 3 sungai di atas juga menyebabkan salah satu tebing mengalami longsor sepanjang 10 meter dengan tinggi mencapai 5 meter. Tidak ada korban jiwa akibat banjir dan longsor tersebut.
Merespon dua feneomena tersebut, BPBD Provinsi Jawa Barat telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung untuk melakukan penanganan darurat. Sebagai upaya percepatan penanganan darurat, BPBD juga berkoordinasi dengan pihak terkait di antaranya Kepala Desa Cileunyi Wetan, Babinsa Cileunyi Wetan, Babinkamtibmas Desa Cileunyi Wetan, Damkar Po Unit Cileunyi, FPRB Kab. Bandung, Relawan Bedas 96, dan Destana Nanjung Mekar.
Baca JugaBMKG Sebut Gempa Tektonik di Sigi Dipicu Aktivitas Sesar PaloloSementara itu, kondisi hingga Sabtu (25/12) pukul 17.40 WIB banjir dilaporkan berangsur surut. Namun cuaca di lapangan terpantau masih hujan.
*Longsor Kabupaten Garut*
Longsor juga dilaporkan terjadi di 4 (empat) desa di Kabupaten Garut pada Sabtu (25/12) pukul 14.30 WIB.
Baca JugaJenderal Listyo Dicpot dari Dewan Penasihat KSPSIPusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Garut melaporkan hujan deras yang terjadi selama kurang lebih 3 jam di wilayahnya menyebabkan longsor yang mengancam 179 jiwa. Sebagian warga yang terdampak mengungsi ke rumah kerabat yang dirasa lebih aman.
Warga yang terdampak berasal dari Desa Mekarmulya, Desa Mekarwangi, dan Desa Selaawi di Kecamatan Talegong, dan Desa Sukamaju di Kecamatan Sukamaju.
Baca JugaGunung Semeru Muntahkan Awan PanasSelain korban jiwa, longsor menyebabkan 3 unit bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 1 unit posyandu rusak berat. Dua akses jalan desa juga dilaporkan terputus.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca hingga 30 Desember 2021 yang menyatakan Provinsi Jawa Barat berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa puting beliung maupun hujan lebat yang dapat menimbulkan bahaya lanjutan seperti banjir dan tanah longsor.
Baca JugaPemerintah Rencana Buka Tes CPNS Tahun IniDalam satu minggu ke belakang, kejadian banjir dan longsor juga dilaporkan terjadi di Jawa Barat seperti banjir di Kabupaten Sumedang, dan pergerakan tanah di Kabupaten Bogor.
Dengan adanya beberapa laporan bencana hidrometeorologi juga prakiraan cuaca BMKG di wilayah Jawa Barat, BNPB mengimbau pemerintah daerah khususnya BPBD untuk meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa siaga menghadapi potensi bahaya susulan.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media OnlineSelain itu, BPBD diharapkan dapat memastikan ketersediaan logistik di wilayah berisiko tinggi bencana hidrometeorologi basah sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila dibutuhkan. Red/Ben
***