Putraindonews.com, Jakarta – Momen mengejutkan kembali terjadi di mana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menerima Medali Hadiah Nobel Perdamaian dari pemimpin kelompok oposisi Venezuela, María Corina Machado.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Trump saat berlangsung pertemuan di Gedung Putih, Jumat waktu setempat (15/1).
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Pemberian hadiah bergengsi itu didapat Machado pada Oktober 2025. Akan tetapi, hadiah tersebut kembali ia serahkan ke Trump dengan alasan Presiden AS itu mampu membebaskan Venezuela dari pemerintahan Nicolas Maduro.
Sebagaimana diketahui, pada awal bulan ini Trump menerjunkan pasukan militer AS ke wilayah Ibu Kota Venezuela, Caracas, dan berhasil menangkap Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, dengan tuduhan keterlibatan peredaran narkotika di AS.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China"Saya menyerahkan medali Hadiah Nobel Perdamaian kepada presiden Amerika Serikat," kata Machado sambil menyebut penyerahan itu sebagai "pengakuan atas komitmen uniknya terhadap kebebasan kita".
Trump berbicara di media sosial bahwa apa yang dilakukan Machado itu adalah "isyarat yang luar biasa dari rasa saling menghormati". Namun, komite Nobel telah menyatakan bahwa hadiah itu sendiri tidak dapat dipindahtangankan.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelWalau demikian, Trump menolak untuk mendukung Machado sebagai pemimpin baru Venezuela. Sebaliknya, ia justru tetap memilih menjalin relasi setelah penangkapan Maduro, Delcy Rodríguez, mantan wakil presiden Maduro yang telah dilantik sebagai penjabat Presiden Venezuela saat ini. Red/HS