Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Tuksedo Studio Bali Mendapat Tantangan Produksi Mobil Listrik Hand Made

S Samsuddin • 09 Apr 2022 • 0 komentar
Tuksedo Studio Bali Mendapat Tantangan Produksi Mobil Listrik Hand Made

***

Putraindonews.com - Jakarta | Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Founder Tuksedo Studio Pudji Handoko dan Deputy Komunikasi dan Media IMI Pusat Atta Halilintar memperkenalkan Tuksedo Studio sebagai workshop pembuatan mobil klasik legendaris secara handmade.

Tuksedo Studio juga dipercaya membuat trofi untuk para juara World Superbike 2021 dan MotoGP 2022 yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, NTB.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Sekaligus membuat plakat penghargaan untuk para peserta yang berpartisipasi dalam ajang International Motor Show Hybrid 2022 (IIMS Hybrid 2022) yang diselenggarakan Dyandra Promosindo di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, pada 31 Maret 2022 hingga 10 April 2022.

"Selain membuat mobil klasik dan trofi yang sudah menjadi andalannya, Tuksedo Studio saya tantang agar tahun depan bisa membuat mobil listrik nasional.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

"Mobil listrik yang dibuat langsung oleh tangan anak bangsa, asli made in Indonesia".

Selain itu, Tuksedo Studio juga saya tantang agar bisa membuat mobil yang bodynya bisa diganti secara mudah.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Sehingga pemilik kendaraan yang bosan dengan body dan warnanya, bisa dengan mudah menggantinya, tinggal copot dan pasang body baru.

Saya yakin Tuksedo Studio mampu menjawab kedua tantangan tersebut" ujar Bamsoet usai menghadiri Konferensi Pers di booth Tuksedo Studio, di ajang IIMS Hybrid 2022, di JIExpo, Jakarta, Sabtu (9/4/22).

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Turut hadir antara lain Presiden Direktur Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh sebagai penyelenggara IIMS Hybrid 2022, serta Marketing Director Tuksedo Studio Djoko Iman Santoso.

Hadir pula para pengurus IMI Pusat, antara lain Badan Pengawas Brigjen Pol Syamsul Bahri, Wakil Ketua Umum Organisasi M. Riyanto, Wakil Ketua Umum Mobilitas Rifat Sungkar, Wakil Ketua Umum IT dan Digital Tengku Irvan Bahran, Wakil Ketua Umum Hubungan Antar Lembaga Junaidi Elvis, Wakil Ketua Umum Promosi dan Bisnis Effendi Gunawan, Deputi Hubungan Antar Lembaga Erwin MP dan Andrys Ronaldi, Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Media Atta Halilintar, Hasby Zamri, Saras Shintya Putri serta Direktur IT dan Digital Marketing Teuku Sultan Azwar.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, IMI bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sepakat untuk terus bekerja sama menjadikan industri modifikasi otomotif, baik dalam bentuk kit car hingga restorasi, sebagai bagian dalam memperkuat tulang punggung perekonomian nasional.

Karenanya IMI mendukung langkah Menteri Parekraf Sandiaga Uno yang akan memasukan sektor modifikasi otomotif dalam peraturan pemerintah yang sedang disusun sebagai turunan dari UU No.24/2019 tentang Ekonomi Kreatif. Sehingga industri modifikasi otomotif memiliki payung hukum.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

"IMI bersama Kementerian Perhubungan juga sedang menyusun regulasi agar kendaraan kit car dan hasil modifikasi otomotif lainnya bisa legal digunakan di jalan raya.

IMI mengusulkan, sesuai tren otomotif di berbagai negara dunia, agar kedepannya nomor mesin tidak perlu lagi dijadikan dasar legalitas. Karena kendaraan kit car ataupun hasil modifikasi otomotif lainnya, biasanya menggunakan mesin dari kendaraan lainnya.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

Dengan melegalkan kendaraan modifikasi, Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam industri modifikasi di Asia Tenggara, Asia, dan bahkan dunia," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menerangkan, Indonesia patut bangga memiliki Tuksedo Studio, yang menjadi rumah bagi para seniman otomotif dalam membuat mobil klasik secara hand made.

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

Para pekerja di Tuksedo Studio berasal dari sumber daya manusia lokal Bali dan sekitarnya, dengan rata-rata bergelar sarjana, selain juga membuka kesempatan kepada para mahasiswa untuk magang disana.

Membuktikan bahwa anak bangsa sebetulnya mampu membuat kendaraan dengan kualitas internasional. Lokasi workshop yang berada di Bali juga menjadikan Tuksedo Studio sebagai destinasi sport automotive tourism yang bisa menarik wisatawan datang ke Bali.

Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke Jakarta

"Kendaraan klasik punya pesona tersendiri. Tidak mudah mendapatkannya, selain tidak diproduksi lagi oleh pabrikan aslinya, jumlahnya yang terbatas dan sudah dimiliki berbagai kolektor, menjadikan nilai jualnya sangat tinggi. Sebagai contoh, Mercedez-Benz 300 SL Gullwing yang dilelang di Christie berhasil laku dijual mencapai USD 4 juta.

kehadiran Tuksedo Studio bisa menjadi jawaban bagi para pecinta kendaraan klasik untuk memiliki kendaraan klasik impiannya dengan harga terjangkau," terang Bamsoet.

Baca JugaDukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen

Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) dan Pembina National Modificator and Aftermarket Association (NMAA) ini menambahkan, mengusung Welcome to the Place Where Science and Art Break Even, Tuksedo Studio mampu memproduksi kendaraan klasik dari nol. Dari mulai tahap 3D design, rekonstruksi rangka, dan memasang plat alumunium berbobot ringan, hingga tidak melupakan pembangunan aspek estetika dan ergonomi mobil. Hasil pengerjaannya pun tidak kalah dibandingkan produk aslinya. Kesan elegannya tetap terasa, seperti memiliki kendaraan aslinya.

"Berbagai kendaraan klasik yang sudah diproduksi Tuksedo Studio Bali antara lain, Porsche 356 Speedster (1957), Porsche 356 A Coupe (1955-1959), Porsche 550 Spyder (1953-1956), Mercedes Benz 300 SL Gullwing (1954 1957). Kemudian Toyota 2000 GT 1968 (1967-1970), Jaguar XK 120 (1948-1954), Ferrari 250 GTO (1962-1964), hingga Maserati 450S (1956-1958)," pungkas Bamsoet. Red/Ben

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online ***

Bagikan berita:

Berita Terkait