Putraindonews.com, Yogyakarta - Peneliti hidrogen dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Deendarlianto sedang mengembangkan pemanfaatan hidrogen sebagai temuan baru untuk pengganti bahan bakar fosil tanpa meninggalkan jejak karbon atau limbah lingkungan.
"Hidrogen bisa menjadi pengganti bahan bakar pengganti bahan bakar di berbagai sektor, contohnya seperti sektor transportasi dan pembangkit listrik," ujar Deendarlianto dalam keterangannya di Yogyakarta, Jumat (13/9).
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaDeendar menjelaskan bahwa penelitian terkait hidrogen yang dilakukannya bersama tim merupakan sebuah proyek kolaborasi yang dibiayai pemerintah serta beberapa pihak dari industri seperti PLN dan Pertamina.
Proyek itu juga diikuti oleh berbagai universitas yang tidak hanya berasal dari Indonesia namun juga mancanegara seperti UI, ITS, NTU, serta universitas Groningen dari Belanda.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik UangFokus utama dari penelitian adalah terkait dengan produksi green hydrogen, dimana hidrogen jenis ini merupakan jenis hidrogen yang diproduksi dengan cara yang ramah lingkungan.
"Kita juga tengah memimpin program riset terkait metode penyimpanan dari hidrogen itu sendiri," kata dia.
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpoKendati baru dalam tahap riset dan pengembangan, menurut Deendar, sejauh ini riset tersebut sudah menunjukkan hasil yang signifikan.
Menurut dia, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi bersama tim hadapi adalah terkait penyimpanan hidrogen dalam rangka memastikan supaya hidrogen yang disimpan tidak boleh bocor atau keluar.
Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026Sebab, jika hidrogen bocor dan bertemu dengan oksigen maka bisa menimbulkan kerusakan yang tidak diinginkan.
Selain itu, permasalahan lain yang menjadi perhatian adalah proses perlakuan dari hidrogen yang cukup rumit.
Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke Jakarta"Juga kekhawatiran terkait apakah alat-alat yang digunakan mampu menanggung beban penyimpanan dari hidrogen itu sendiri," ujar dia.
Khusus penelitian metode penyimpanan hidrogen ini, dia melibatkan banyak mahasiswa UGM dari S1 hingga S3, termasuk melibatkan mahasiswa universitas lain, yaitu Universitas Udayana dalam kegiatan MBKM Riset.
Baca JugaDukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa SemenTerlepas dari proses penelitiannya yang rumit, Deendar menyatakan apabila penelitian hidrogen ini bisa diaplikasikan maka akan banyak memberikan manfaat banyak sekali dalam kehidupan sehari-hari.
Pasalnya, hidrogen dapat digunakan di berbagai sektor, tidak sebatas sektor energi saja.
Baca JugaMutasi Besar-Besaran Sejumlah Perwira Polri di Tengah Isu Penangkapan par Jenderal"Aplikasi hidrogen dapat dilakukan di banyak sekali sektor di dunia ke depan, tidak hanya sektor energi namun sektor industri, sektor transportasi dan juga sektor kelistrikan," ujar dia.
Saat ini Deendar tengah melanjutkan risetnya dalam rangka menemukan metode penggunaan hidrogen yang lebih murah dan terjangkau.
Baca JugaYusril Sebut Prabowo Tahu Disadap atas Laporan Kapolri Suyudi"Perhatian untuk ke depannya adalah menghasilkan produksi yang cepat, murah dan berkapasitas tinggi," ujar dia. Red/ST