Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Wakil Walikota Bandung Minta Petugas Humanis Tapi Tetap Tegas

S Samsuddin 22 Apr 2020 0 komentar
Wakil Walikota Bandung Minta Petugas Humanis Tapi Tetap Tegas

PUTRAINDONEWS.COM

BANDUNG - JABAR | Meski mengedepankan sisi humanis dan edukasi, Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19, Yana Mulyana meminta kepada petugas di check point atau titik pemeriksaan tetap bertindak tegas selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu berkaca pada penerapan PSBB di DKI Jakarta.

Menurut Yana, banyak pelajaran yang bisa diambil, di antaranya meningkatkan ketegasan dalam penegakan kedisiplinan.

Baca JugaGubernur Malut Sherly Tjoanda Disorot di Forum PBB, Bisnis Pertambangannya Dikuak ke Publik

“Saya minta, kalau ada warga yang mau masuk ke Kota Bandung tanpa masker atau sarung tangan untuk pengendara kita tolak. Soalnya dia belum sadar, masker bukan untuk dia sendiri tapi buat orang lain. Karena menghindari dia tertular atau bahkan menulari orang lain,” ucap Yana Mulyana saat rapat gelar rencana pengamanan PSBB di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (21/4/2020).

Yana juga sudah merasakan sendiri melewati fase karantina saat dinyatakan positif Covid-19. Menurutnya menjadi sebuah keajaiban tersendiri ketika mampu bangkit dan berjuang melawan Covid-19.

Baca JugaZona SAR Selat Sunda Diperluas, Dayung Serunting IMO-Indonesia Monitoring Garis Pantai Lampung-Bengkulu

“Saya agak keras karena merasa cukup saya yang merasa beratnya melawan virus corona ini. Karena terasa hidup dan matinya. Kalau tidak pakai masker, berarti dia tidak sayang sama dirinya, keluarganya, dan masyarakat lain,” tegas Yana.

Yana menuturkan, waktu 14 hari bisa menjadi efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Karenanya, pelaksanaan PSBB ditetapkan selama 14 hari. Namun, tingkat keberhasilannya tergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam membatasi aktivitas.

Baca JugaTaksi Listrik Hijau Kecelakaan Diduga Tabrak Pembatas

“Selama 14 hari itu memutus masa inkubasi virus. Kalau virus tidak menemukan inang untuk dihinggapi, insyaallah akan mati sendiri. Itulah kenapa harus 14 hari masa inkubasi, karena sekarang semakin banyak orang tanpa gejala, itu semakin bahaya karena kita juga tidak pernah tahu orang itu positif atau tidak,” bebernya.

Yana sangat berharap, PSBB di Kota bandung hanya berlangsung 14 hari. Namun apabila masyarakat kurang berdisiplin dan penyebaran terus menunjukan peningkatan, maka PSBB berpeluang diperpanjang.

Baca JugaRibuan Pelajar di Jayawijaya Gelar Aksi Tolak MBG

"Saya mohon humanis tapi tegas. Karena kalau sampai hari ke-13 ada orang nyeleneh justru menulari, itu (PSBB) harus diperpanjang. Makanya ini mari sama-sama serempak jangan sampai diperpanjang,” tandasnya.

Berikut 19 lokasi chek point selama PSBB di Kota Bandung; Ring 1, di dalam kota: Stasiun Bandung, Bandara Husein Sastranegara, Terminal Leuwi Panjang, Terminal Cicaheum, Jalan Asia Afrika, Jalan Ir. H. Djuanda, Jalan Merdeka, Jalan Diponegoro, Jalan Braga, Jalan Purnawarman

Baca JugaInstitut Amalia Bogor Matangkan Persiapan Hadapi SDGs 2030, Hadirkan Prof. Indira Santi Sebagai Keynote Speaker

Adapun Ring 2, pintu gerbang tol: Tol Buahbatu, Tol Moch. Toha, Tol Kopo, Tol Pasirkoja, Tol Pasteur

Dan Ring 3, perbatasan wilayah kota: Setiabudhi, Cibeureum, Bundaran Cibiru, Jembatan Derwati (Red./Asp/Iwnaruna)

Baca JugaIMO-Indonesia DPW Sumut Bakal Gelar Do'a Bersama Untuk Rombongan Jurnalis Yang Hilang Saat Liputan GAK

Bagikan berita:

Berita Terkait