Putraindonews.com, Tulungagung - Rencana aksi damai yang akan digelar Relawan Kesehatan Indonesia Jawa Timur mendapat atensi serius dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tulungagung.
Berdasarkan surat resmi LSM Rekan Indonesia Nomor: 0045/Rekan-Indonesia/Jatim/III/2026 tertanggal 26 Maret 2026, pemberitahuan aksi damai telah disampaikan kepada Kapolres Tulungagung.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media OnlineAksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (7/4/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan titik lokasi di Kantor DPRD Tulungagung, Kantor Bupati, Dinas Kesehatan, serta BPKAD.
Dalam agenda tersebut, terdapat empat tuntutan utama yang akan disuarakan massa aksi, yakni mendesak Bupati Tulungagung menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin (Gakin), mengaktifkan serta menanggung BPJS Kesehatan bagi Gakin melalui APBD, menghapus seluruh tunggakan biaya pelayanan kesehatan Gakin di RSUD dr. Iskak Tulungagung, serta mendorong kebijakan kesehatan yang lebih berpihak kepada masyarakat kurang mampu.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatPlt Kepala Bakesbangpol Kabupaten Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, S.H., menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan fungsi pembinaan dalam menjaga stabilitas daerah.
“Tugas utama Bakesbangpol adalah menjaga stabilitas politik, keamanan, serta sinergitas antara ormas, LSM, dan OKP melalui fungsi pembinaan, guna mewujudkan ketahanan dan kondusivitas daerah,” ujarnya.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatIa menjelaskan, pembinaan dan pengawasan terhadap organisasi kemasyarakatan dilakukan agar seluruh elemen tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial.
Dalam konteks tersebut, Bakesbangpol menempatkan ormas, LSM, dan OKP sebagai elemen penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanPertama, sebagai jembatan aspirasi masyarakat agar penyampaian pendapat berlangsung secara tertib dan tidak berujung anarkisme.
Kedua, sebagai bagian dari penjaga stabilitas keamanan dengan turut berperan dalam menjaga ketertiban masyarakat, khususnya pada momen-momen krusial.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaKetiga, sebagai perekat persatuan melalui penguatan nilai toleransi dan moderasi, guna mencegah potensi konflik sosial berbasis identitas.
Dengan pendekatan tersebut, Bakesbangpol berharap rencana aksi damai dapat berlangsung tertib, aman, dan tetap dalam koridor hukum yang berlaku. Red/Eko
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang