Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Bansos Bagi Pemangkas Rambut Garut Terdampak COVID-19

S Samsuddin • 09 May 2020 • 0 komentar
Bansos Bagi Pemangkas Rambut Garut Terdampak COVID-19
PUTRAINDONEWS.COM

JAKARTA | PUPR kembali menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) berupa 200 kantung sembako yang kali ini diberikan kepada para pemangkas rambut yang tergabung dalam Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG).

Penyaluran Bansos merupakan wujud kepedulian, solidaritas dan gotong-royong Keluarga Besar Kementerian PUPR, bersama Dharma Wanita, KORPRI Kementerian PUPR, dan OASE Kabinet Indonesia Maju guna mengurangi beban masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk bagi kelompok masyarakat dan para pekerja yang kehilangan mata pencahariannya karena terdampak Pandemi COVID-19.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Kegiatan penyaluran Bansos secara simbolis dilakukan oleh Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman kepada Ketua PPRG Irawan Hidayah di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Sabtu (9/5/2020).

Turut mendampingi saat penyerahan bantuan, Sekretaris Dewan Korpri Retno Triyanti Handayani dan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman mengatakan, penyerahan paket bantuan ini merupakan lanjutan dari penyaluran 56.125 paket sembako yang diawali oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Kamis (30/4/2020) lalu, diikuti secara serentak oleh balai /kantor di lingkungan Kementerian PUPR yang tersebar di 34 Provinsi dengan tetap memperhatikan pada Protokol COVID-19.

Bantuan ini merupakan donasi pribadi yang dikumpulkan secara sukarela sejak 24 - 29 April 2020, sehingga bukan bersumber dari dana APBN. Setiap kantong bantuan sembako berisikan beras 5 Kg, minyak goreng 2 liter, kecap 1 liter, mie instan 20 bungkus, dan masakan dalam kemasan/kornet 1 jenis dengan total senilai Rp 150.000 – 200.000 per kantung.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

"Sebagai bentuk gotong royong, keluarga besar Kementerian PUPR terus bergerak menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak COVID-19 hingga Pandemi ini berakhir. Diharapkan melalui bantuan sosial non-APBN ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya pada hari ini bagi pemangkas rambut PPRG," ujar Sudirman.

Ketua PPRG Irawan Hidayah mewakili seluruh pemangkas rambut Garut mengucapkan terima kasih kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan keluarga besar Kementerian PUPR atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Menurutnya bantuan ini sangat berarti karena sudah beberapa bulan para pemangkas rambut tidak bisa bekerja, karena pertimbangan protokol kesehatan yang harus ditaati.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

"Kami mewakili teman-teman di PPRG akan segera menyalurkan bantuan ini dan berusaha semaksimal mungkin untuk tepat sasaran bagi yang membutuhkan. Mudah-mudahan Allah SWT membalas amal ibadah dan kebaikan semuanya," ujar Irawan.

Diharapkan selain memberi manfaat sosial bagi masyarakat terdampak COVID-19, kegiatan penyaluran Bansos juga turut berkontribusi pada mitigasi dampak ekonomi terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, misal dalam pembuatan tas (goody bag), pembelian bahan sembako, masker dan lainnya.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Sudirman menambahkan, selain memberikan bantuan sosial yang berasal dari donasi pribadi, Kementerian PUPR juga telah mengalokasikan dana APBN untuk membantu masyarakat terdampak COVID-19 melalui program Padat Karya Tunai (PKT).

"Ini merupakan dua sisi upaya yang dilakukan Kementerian PUPR untuk meringankan beban masyarakat selama pandemi," ujarnya.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Kementerian PUPR pada tahun 2020 mengalokasikan program Padat Karya Tunai (PKT), dengan total anggaran Rp 11,21 Triliun. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi kepada seluruh Kementerian/Lembaga untuk memperbanyak Program PKT yang merupakan wujud jaring pengaman sosial, selain Bantuan Sosial Tunai.

Program PKT tahun 2020 meliputi 15 kegiatan yang dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 595.142 orang melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga yang terdampak kebijakan COVID-19 sebagai pelaku utama, khususnya pada infrastruktur berskala kecil dan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi/alat berat. RED/PUR

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

Bagikan berita:

Berita Terkait