MATARAM - NTB | Personel Unit Lantas Polsek Senggigi, berkolaborasi dengan PJR Dit Lantas Polda NTB, serta Satuan lalulintas Polres Lombok Barat, untuk melakukan pengamanan jalur pada dua Lokasi Tanah tebing longsor di Senggigi.
Kapolsek Senggigi Kompol Bowo Tri Handoko, SE.S.I.K. mengatakan dalam kegiatan pengamanan ini juga diperkuat dengan melakukan kegiatan patroli.
Baca JugaKarya Bakti TNI Peduli Sampah, Kodim 0508 Depok Gandeng Pemkot dan Warga Bersihkan Pasar Kemiri Muka“Untuk memantau dua titik longsor tanjakan alberto dan tanjakan diatas hotel seraton, serta memantau dalam penerapan prokes untuk pengguna jalan,†ungkapnya, Senin (15/2/2020).
Dimana dalam kegiatan pengamanan ini diintensifkan pada jam-jam sibuk dan bila cuaca sedang tidak bersahabat.
Baca JugaOperasi SAR Selat Sunda-Enggano Resmi Dihentikan, Dayung Serunting IMO-Indonesia Lanjutkan Monitoring“Terutama pada hari libur, dan bila perlu dilakukan pembatasan di Lokasi ini, terkait protocol Kesehatan juga,†ucapnya.
Pemantauan dengan memberikan himbauan dan Peneguran kepada masyarakat untuk tetap selalu mentaati dan menjalankan Prokes C-19 (5M).
Baca JugaBersiap! Akan Ada Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta“Terutama saat beraktifitas di luar rumah, untuk saling menjaga, baik untuk diri sendiri, keluarga, serta orang lain,†pungkasnya.
Pada kesempatan itu, terhadap pengendara baik roda dua maupun roda empat, yang kedapatan masih mengabaikan protocol Kesehatan langsung ditindak.
Baca JugaSenayan City Angkat Bicara Soal Perempuan Ditendang Pria di Food Court“Tindakan berupa teguran lisan dan tertulis, termasuk dalam dispilin berlalulintas, dimana wajib menggunakan helm bagi pengendara roda dua, serta tidak menggunakan bak terbuka untuk mengangkut orang,†terangnya.
Bukan itu saja, terkait kerumunan dilokasi longsor ini juga menjadi perhatian jajaran Polsek Senggigi, sehingga langsung dilakukan peneguran dan himbauan.
Baca JugaOperasi Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Dihentikan“Tidak hanya membahayakan keselamatan, namun ini sudah melanggar protocol Kesehatan dalam hal berkerumun,†katanya.
Menurutnya kondisi tanah di sekitar lokasi longsor ini, tidak bisa diprediksi, sehingga untuk keselamatan dihimbau untuk tidak mendekati lokasi ini.
Baca JugaSatu Bulan Menghilang, ASN Bogor Jadi Sorotan“Jangankan mendekati lokasi, untuk kendaraan yang melintas saja dibatasi, dengan memberlakukan jalur satu arah untuk mengurangi beban di lokasi ini,†ucapnya.
Dimana dalam pengaturan arus lalu lintas dilaksankan dengan sistim buka tutup, membuka jalur pada badan bagian jalan samping tebing bukit (menutup badan jalan jalur yang terdampak longsor)
Baca JugaLetjen I Nyoman Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu, Kepentingan Umat di Atas Segala-galanya“Tujuannya memecah kendaraan barang, untuk tidak melintas secara bersamaan pada titik lokasi jalan yang terdampak longsor,†tandasnya.
Untuk itu, Kapolsek menyarankan untuk kendaran berat diharapkan memilih jalur alternatif, sehingga tidak melalui jalur ini.
Baca JugaHari ke-10, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat yang Hilang“Bila menuju ke Lombok Utara bisa melalui jalur alternatif, bisa melalui arah pusuk atau melalui jalur sandik,†himbaunya. Red/Ben