Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Bukan Sekadar Ayam: Fresh Chicken Menjemput Kebutuhan Warga Bulukumba di Depan Kantor Pajak

S Samsuddin • 21 May 2026 • 0 komentar
Bukan Sekadar Ayam: Fresh Chicken Menjemput Kebutuhan Warga Bulukumba di Depan Kantor Pajak

Putraindonews.com, Bulukumba — Kota selalu bergerak dari kebutuhan-kebutuhan kecil yang tak pernah habis. Ada yang menjual kopi untuk mereka yang begadang, ada yang membuka warung demi mengisi perut buruh yang pulang petang, dan ada pula yang membaca peluang dari tingginya konsumsi ayam di kawasan pesisir. Dari celah itulah Fresh Chicken lahir.

Di pesisir yang tak pernah benar-benar tidur, aroma laut bercampur dengan denyut ekonomi kecil masyarakat kota. Di antara kendaraan yang lalu lalang dan warung makan yang terus mengepul di siang hari, sebuah tempat sederhana berdiri di depan Kantor Pajak Bulukumba. Namanya terdengar akrab di telinga warga: Fresh Chicken. Sebuah usaha ayam potong yang baru saja membuka pintunya di Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Bukan sekadar tempat penjualan ayam potong, Fresh Chicken mencoba mengambil posisi sebagai penyedia kebutuhan dapur masyarakat Bulukumba. Dengan konsep sederhana namun dekat dengan keseharian warga, mereka membuka layanan pesan antar bagi masyarakat yang enggan keluar rumah. Sebuah cara membaca zaman ketika kenyamanan perlahan menjadi kebutuhan baru.

Lokasinya pun tidak lahir secara kebetulan. Fresh Chicken berdiri di titik yang ramai dilalui masyarakat. Berhadapan langsung dengan Kantor Pajak Bulukumba dan Kantor Lurah Bintarore, tempat ini seperti sengaja memilih pusat denyut aktivitas warga. Di sisi lain, kedekatannya dengan kawasan pesisir membuat kebutuhan ayam menjadi pasar yang terus hidup.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Di Bulukumba, ayam bukan hanya soal lauk makan siang. Ia adalah kebutuhan harian bagi rumah tangga, pedagang kaki lima, hingga warung makan yang tumbuh di hampir setiap sudut kota. Dari situlah Jabal Nur Hidayat melihat peluang yang tidak semua orang sempat membaca.

“Sebenarnya saya tidak punya ide bisnis tentang penjualan dan pemotongan ayam. Hanya saja saya melihat pasar dan kebutuhan ayam pada masyarakat pesisir begitu tinggi, sehingga kenekatan itu muncul untuk mengambil peran sebagai pebisnis,” ujar Jabal, pemilik Fresh Chicken, Kamis (21/5) kepada putraindonews.com

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi di baliknya ada keberanian membaca keadaan. Sebab bisnis kecil di kota kecil sering kali lahir bukan dari modal besar, melainkan dari keberanian mengambil peluang yang dianggap biasa oleh orang lain.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, kebutuhan masyarakat terhadap daging diperkirakan semakin meningkat. Situasi itu menjadi momentum tersendiri bagi Fresh Chicken untuk memperluas jangkauan pelayanannya kepada warga.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

“Apalagi menjelang hari raya Idul Adha pasti masyarakat sangat butuh daging ayam dan ini memungkinkan kami menjemput konsumen dengan penuh semangat. Meskipun ini awal, tetapi semoga menjadi awal yang baik untuk Fresh Chicken,” lanjut Jabal.

Di tengah persaingan usaha yang semakin padat, Fresh Chicken mencoba hadir dengan bahasa yang lebih dekat kepada masyarakat. Tidak terlalu formal, tidak pula berjarak. Mereka memilih slogan sederhana yang mudah diingat warga pesisir: “Let’s Ayamkanmi.”

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Sebuah kalimat yang terdengar ringan, tetapi menjadi penanda bahwa usaha kecil selalu punya cara sendiri untuk bertahan di tengah kerasnya perputaran ekonomi kota. Red/MB

Tags: #nusantara #ekonomi lokal #bulukumba #fresh chicken #layanan warga

Bagikan berita:

Berita Terkait