***
Putraindonews.com - Jakarta | Dalam dua hari terjadi tiga kali kejadian kecelakaan lalu lintas dialami oleh bus Transjakarta. Tanggal 13 Maret 2022 terjadi dua kecelakaan Transjakarta.
Kejadian satu bus Transjakarta menabrak pembatas jalur Transjakarta di jalan Cileduk Raya rusak parah hingga bocor dan bensin keluar ke jalan.
Baca JugaMensesneg Ungkap Istana sedang 'Bersih-Bersih Pasca PenyadapanKejadian kedua pada hari kemarin 13 Maret 2022 satu Transjakarta alami kecelakaan menabrak seorang wanita pengendara sepeda motor hingga tewas di jalan Thamrin Jakarta Selatan. Hari terjadi kembali kecelakaan Transjakarta di di jalan layang Simpruk Jakarta Selatan. Ujar Analis Kebijakan Transportasi Azas Tigor Nainggolan dalam rilisnya yang diterima redaksi, senin 14/3/22 siang.
Tigor menambahkan bahwa tadi pagi satu bus Transjakarta menabrak mobil Mercy beradu banteng hingga kedua kendaraan rusak parah. Kejadian kecelakaan ini adalah kejadian ke delapan bus Transjakarta alami kecelakaan serius.
Baca JugaKepala BIN Ungkap Penyadapan Ilegal Bisa Mengarah ke MakarAdapun, Menurut catatan tahun 2021 lalu ada setidaknya 520 kejadian kecelakaan bus Transjakarta di jalan raya. Setelah semua kejadian tahun 2021 itu Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut melakukan evaluasi, ungkap Tigor.
Tetapi hingga hari ini masih saja Transjakarta alami kecelakaan lalu lintas serius dan makin berat kualitas kejadiannya hingga ada korban tewas.
Baca JugaBMKG Sebut Gempa Tektonik di Sigi Dipicu Aktivitas Sesar PaloloSemua kejadian kecelakaan lalu lintas Transjakarta ini menandakan ada struktur manajemen, yakni direksi yang mengendalikan manajemen Transjakarta tidak becus bekerjanya.
Entah mereka para direksi Transjakarta bekerja atau tidak? Jika para direksi (struktur manajemen) bekerja baik maka manajemen akan menghasilkan layanan yang aman dan nyaman bagi opersional Transjakarta, kata Tigor.
Baca JugaJenderal Listyo Dicpot dari Dewan Penasihat KSPSIMelihat banyaknya terjadi kecelakaan Transjakarta ini membuktikan bahwa struktur manajemen Transjakarta tidak bekerja baik.
Artinya ada masalah struktural di dalam tubuh Transjakarta saat ini dan harus segera diperbaiki, jelasnya.
Baca JugaGunung Semeru Muntahkan Awan PanasDimana struktur manajemen, khusus para direksi tidak bekerja baik dalam membangun manajemen layanan yang aman dan nyaman bagi layanan Transjakarta.
Sudah beberapa kali saya menulis dan mengevaluasi kritis layanan Transjakarta. Rekomendasi saya adalah melakukan perubahan struktural di jajaran manajemen Transjakarta.
Baca JugaPemerintah Rencana Buka Tes CPNS Tahun IniPerombakan yang harus dilakukan, pertama mengganti seluruh jajaran direksi Transjakarta agar ada perubahan baik bagi manajemen Transjakarta.
Kedua perubahan yang dilakukan adalah di jajaran internal manajemen dengan merubah kebijakan layanan dan personal manajemen kerja di tubuh Transjakarta Perubahan seluruh jajaran direksi ini harus dilakukan oleh Gubernur Transjakarta sebagai pemegang saham mayoritas BUMD PT Transjakarta.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media OnlineJika perubahan secara struktural ini tidak juga dilakukan oleh gubernur Jakarta maka patut dicurigai bahwa Anies Baswedan ingin membiarkan buruknya layanan dan hancurkan Transjakarta.
Sementara di media massa Anies selalu mengatakan Jakarta sudah tidak macet karena masyarakat sudah pindah menggunakan trasnportasi publik.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatBagaimana ceritanya Jakarta tidak macet? Lihat ke jalan pada waktu jam aktivitas, Jakarta macet padahal masih pada Pandemi. Warga masih memilih lebih aman gunakan kendaraan pribadi mobil atau sepeda motor.
Bagaimana pula warga mau pindah ke layanan transportasi publik sementara Transjakarta sebagai moda andalan transportasi publik Jakarta melakukan layanan penuh dengan kecelakaan lalu lintas yang selalu membawa korban meninggal dunia atau kerusakan serius pungkasnya. Red/Ben
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat ***