Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Diduga Selewengkan Bantuan Gempa, Bupati Cianjur Dilaporkan Ke KPK !

S Samsuddin • 27 Dec 2022 • 0 komentar
Diduga Selewengkan Bantuan Gempa, Bupati Cianjur Dilaporkan Ke KPK !

***

Putraindonews.com - Jakarta | Bupati Cianjur Herman Suherman sedang dilaporkan oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri sebagai Acsenahumanis Respon Foundation.

Herman dilaporkan atas dugaan kasus penyelewengan dana bantuan gempa Cianjur. Perwakilan Acsenahumanis Respon Foundation, Ery mengatakan bahwa bantuan tersebut diberikan oleh pihak asing bernama Emirates Red Crescent untuk membantu korban gempa Cianjur yang terjadi pada November.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Adapun bantuan itu berupa 2.000 lembar selimut, 25 ton beras, 1.000 paket kebersihan, 500 lampu dengan sumber tenaga solar, serta battery charger untuk tenda. Menurut Ery, Herman diduga menyalahi standar operasional prosedur (SOP) yang telah disusun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Bupati memotong SOP yang sudah dibuat BNPB, serta me-repacking bantuan menjadi berbeda," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/12).

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Ery bersama rekan-rekannya menduga, Herman tidak meneruskan bantuan itu sebagaimana semestinya. Ia diduga memanfaatkan jabatannya sebagai bupati untuk kepentingan dirinya sendiri.

“Yang tadinya sumbangan dari lembaga internasional diubah kemasan partai dan dijual ke pasar,” imbuh Ery.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Dugaan penyelewengan itu bermula saat bantuan itu tidak ditempatkan di gudang maupun lokasi penyimpanan lain.

Ery mengaku semakin curiga saat pihaknya mencoba titik lokasi gudang lain sebagaimana petunjuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Menurutnya, bantuan itu diletakkan di gudang dan dibawa ke ruko-ruko.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

"Bantuan yang tadinya ditempatkan gudang penunjukan dipindahkan ke ruko-ruko dan masyarakat dapat langsung mengambil bantuan tanpa prosedur SOP, dan pemindahan bantuan dari gudang BNPB ke ruko," ujar Ery.

“Ini baru bantuan (logistik), belum dana bantuan internasional yang diduga juga ada penyelewengan," tandas Ery. Red/HS

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla ***

Bagikan berita:

Berita Terkait