Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Eks Komisioner KPK Ingatkan Hukum Tidak Dijadikan Alat Menekan Lawan

S Samsuddin • 17 Aug 2024 • 0 komentar
Eks Komisioner KPK Ingatkan Hukum Tidak Dijadikan Alat Menekan Lawan

Putraindonews.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2003-2007 Erry Riyana Hardjapamekas meminta semua pihak agar tidak menjadikan hukum sebagai alat menekan lawan.

“Hal itu tidak boleh,” kata Erry dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jumat (16/8).

Baca JugaJokowi Akhirnya Buktikan Ijazah di Pengadilan

Sementara itu, terkait kritik terhadap operasi tangkap tangan (OTT), Erry menjelaskan bahwa OTT bukan sebuah agenda sehingga tidak direncanakan.

OTT, kata dia, berasal dari laporan masyarakat yang ditindaklanjuti.

Baca JugaEks Kabareskrim Sebut Penyadapan Ilegal Bisa Tergolong Makar

“Maka, salah jika dikatakan OTT tidak boleh dilaksanakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung soal pencegahan korupsi.

Baca JugaSetelah Penuh Drama, Nusron Wahid Akhirnya Diperiksa KPK

Menurut Erry, keteladanan atau contoh merupakan hal penting dalam mencegah praktik rasuah.

Selain itu, peran eksekutif turut dinilai berpengaruh dalam upaya preventif penanganan korupsi.

Baca JugaMAKI Soroti Rencana Dinas Nusron Wahid ke Jepang di Tengah Pemeriksaan KPK

Ia menyebut eksekutif perlu lebih serius dalam melaksanakan usulan-usulan preventif korupsi yang telah diwacanakan, seperti salah satunya reformasi birokrasi.

Erry juga mengatakan bahwa pelayanan publik yang baik menjadi penting karena bisa mencegah korupsi. Hal ini karena pelayanan publik yang buruk justru akan dimanfaatkan oleh para pengusaha.

Baca JugaMA Rencana Jelaskan Masalah Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Hari Ini

Di samping itu, menurut dia, peranan advokat tidak kalah penting dalam memberantas korupsi.

“Hanya advokat yang dapat meyakinkan klien agar tidak usah melakukan suap,” katanya.

Baca JugaPigai Instruksikan Bawahannya untuk Periksa Prosedur Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur'an Sukoharjo

Pada akhir pembicaraannya, Erry meyakini bahwa selalu ada harapan untuk membawa Indonesia menjadi negara bebas korupsi.

“Kita harus optimistis. Kita tidak dapat hidup sedetik pun tanpa harapan,” katanya. Red/HS

Baca JugaSejumlah Polisi Menumpang KRL Gerebek Kampung Bahari

Bagikan berita:

Berita Terkait