Putraundonews.com, Blitar - Ratusan driver ojek online (ojol) dan taksi online dari berbagai komunitas, seperti Torpedo, Cobra, dan Dragon, menggelar aksi demo di Kantor Wali Kota Blitar, Senin (1/12/2025). Mereka menuntut penghapusan zona merah yang melarang mengangkut penumpang di lokasi penjemputan, serta biaya parkir liar.
Ketua Komunitas Torpedo, Sony Rumanto mengatakan, bahwa transportasi online di Kota Blitar telah beroperasi sejak 2017, namun dalam perkembangannya, terdapat kesulitan bagi driver untuk mendapatkan orderan, terutama di Terminal Patria dan Stasiun Kota Blitar.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla“Kita dihadapkan pada kenyataan bahwa masih adanya transportasi tradisional yang beroperasi di lokasi-lokasi tersebut,” kata Sony.
Sony menandaskan, tuntutan utama para driver mengarah pada penghapusan zona larangan dan pembebasan biaya parkir.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang“Kami berharap ada kesepakatan di mana transportasi online dapat mengambil lokasi untuk penjemputan penumpang,” tandasnya.
Sony menegaskan, bahwa sering terjadi gesekan antara pengemudi transportasi konvensional dan online.
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo“Kita semua sepakat bahwa konflik ini harus diselesaikan demi kenyamanan dan keamanan masyarakat,” tegasnya.
Sony berharap langkah ini bisa menjadi solusi bagi kedua belah pihak.
Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026“Kami ingin menciptakan kesepakatan yang saling menguntungkan demi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara Wali Kota Blitar, Syaiqul Muhibbin memberikan tanggapan positif terhadap tuntutan tersebut.
Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke Jakarta“Kami memahami aspirasi dari rekan-rekan komunitas pengemudi online. Insya Allah, kami akan memberikan surat edaran mengenai pembebasan zona merah ini,” kata Mas Ibin sapaan akrab Wali Kota Blitar.
Mas Ibin menambahkan, pemerintah akan segera mengeluarkan surat edaran mengenai tata kelola transportasi.
Baca JugaDukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen"Kami akan membuat edaran tentang bagaimana tata kelola transportasi agar bersifat tidak ada yang mengkhususkan atau menekankan," imbuhnya.
Lebih lanjut Mas Ibin menjelaskan, keberadaan Zona Merah merupakan kesepakatan antara driver ojek online dan offline.
Baca JugaMutasi Besar-Besaran Sejumlah Perwira Polri di Tengah Isu Penangkapan par Jenderal“Zona merah itu sebenarnya bukan zona yang diberikan oleh pemerintah. Kesepakatan ini terjadi antara teman-teman ojek online dan offline," jelasnya.
Mas Ibin menandaskan, pemerintah tidak pernah mengeluarkan aturan resmi mengenai Zona Merah. Kota Blitar berkomitmen untuk menjadi kota pintar yang didukung oleh teknologi.
Baca JugaYusril Sebut Prabowo Tahu Disadap atas Laporan Kapolri Suyudi“Tentunya kami ingin agar semua jenis transportasi, baik online maupun offline, dapat beroperasi tanpa adanya pembatasan,” tandasnya.
Wali Kota menyerukan agar semua pihak yang terlibat dalam sektor transportasi dialog untuk menemukan solusi terbaik demi kemajuan ekonomi dan pelayanan pariwisata di Blitar.
Baca JugaPolda Metro Jaya Lakukan Mutasi Besar-Besaran"Dalam perekonomian, dalam transportasi, dalam pelayanan, itu tidak ada pembatasan-pembatasan," tegasnya.
Untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dan wisatawan, Wali Kota Blitar berjanji akan memfokuskan upaya pemerintah pada penciptaan lingkungan transportasi yang aman dan nyaman, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi lokal.
Baca JugaHerri Pras Batal Duet Sampai Mati, Pilih Lapor Polisi"Kota Blitar sudah mencanangkan program smart city, dan kami ingin agar semua jenis transportasi bisa menggunakan teknologi yang ada," pungkasnya.
Sebagai langkah awal, uji coba pembebasan zona merah dijadwalkan akan dilakukan di Terminal Patria dan Stasiun Kota Blitar sebelum Natal dan Tahun Baru 2026. Redaksi : rif/tik
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla