Putraindonews.com, Jakarta – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar mengaku mendapat ancaman melalui telepon dari nomor tak dikenal.
Aksi teror dan pengancaman tersebut disampaikan Zainal Arifin melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @zainalarifinmochtar pada Jumat (2/1).
Baca JugaDasco Bantah Isu terkait Dirinya Bakal Jadi CawapresIa menyebut pihak yang mencoba meneror lewat telpon itu menggunakan nomor tidak dikenal +62 838 17941xxx.
Penelepon mengaku dari pihak Polrestas Yogyakarta. Tidak hanya itu, pihaknya diminta untuk segera menghadap sembari membawa kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Baca JugaNama Seskab Teddy Diisukan Diperiksa POM?"Baru aja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa ktp, jika tidak akan segera melakukan penangkapan," tulisnya dalam akun tersebut dikutip Sabtu (3/1).
Pria yang akrab disapa Uceng itu juga menjelaskan bahwa teror melalui telpon itu disampaikan dengan nada intimidatif. Bahkan disertai ancaman penangkapan apabila permintaan tidak dipenuhi.
Baca JugaPresiden Prabowo Bakal Lakukan Evaluasi KabinetUceng menilai penelepon sengaja mengubah intonasi suara agar terdengar memiliki otoritas. Dia mengaku sudah beberapa kali menerima tindakan serupa dalam beberapa hari terakhir.
"Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas. Dalam beberapa hari ini sy dah dihubungi tindakan sejenis dah dua kali. Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik," tulisnya lagi. Red/HS
Baca JugaYusril Ungkap Kemungkinan Jokowi Diperiksa