Putraindonews.com, Jakarta – Baru-baru ini publik dihebohkan dengan harga tiket pesawat maskapai Garuda Indonesia rute Palangkaraya - Jakarta yang naik secara fantastis.
Kabar tersebut pun diperbincangkan di media sosial setelah Threads dengan akun @sel.mon, yang menampilkan tangkapan layar tiket untuk keberangkatan 19 Maret 2026.
Baca JugaLagi, Ratusan Siswa di Bogor Diduga Keracunan MBGPostingan yang diunggah pada Senin (16/3) itu langsung memantik reaksi netizen. Banyak yang dibuat shocked dengan kenaikan harga tiket tersebut.
Pasalnya, harga tiket yang tertera dalam tangkapan layar mencapai angka Rp 202.426.239 untuk jadwal penerbangan pukul 07:10.
Baca JugaMoeldoko Sarankan Keistimewaan Bebas Gage Bagi Mobil Listrik Dicabut"Apakah ini harga pesawat ke bulaan ???? Palangkaraya - Jakarta lohhhh 200 juta tuh kek mana," tulis akun sel.mon dalam keterangan postingannya yang lagi viral.
Menanggapi isu tersebut, pihak maskapai Garuda pun akhirnya angkat bicara. Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, mengatakan bahwa informasi yang beredar itu tidak benar alias berita bohong.
Baca JugaMenlu Singapura Kunjungi Indonesia di Tengah Memanasnya Hubungan Indonesia-SingapuraMenrutunya, maskapainya tidak pernah mempublikasikan maupun menjual tiket dengan harga sefantastis itu.
Ia bahkan menyebut, tangkapan layar yang beredar diduga berasal dari online travel agent (OTA) luar negeri yang tidak bertanggung jawab dan bukan merupakan mitra resmi Garuda Indonesia.
Baca JugaHUT ke-9, IMO-Indonesia Tegaskan Pentingnya Kualitas Pemberitaan"Palangkaraya-Jakarta harganya Rp 200 juta, itu sangat tidak make sense. Kami meminta rekan-rekan OTA agar harga dari kami tidak dierosi, terutama oleh pihak yang bukan mitra resmi," katanya.
Pihaknya pun kini sedang melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dari sumber penyebaran informasi tersebut.
Baca JugaPria di Tangerang Terkejut Usai Ditagih Pajak Rp137 Juta dari McLeren"Saat ini kami sedang menelusuri screenshot-nya, karena itu OTA-nya bukan partner kita dan harga itu tidak pernah ada. Kami tidak pernah publish harga tersebut," kata Reza dalam konferensi pers bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata, Selasa (17/3). Red/HS