Putraindonews.com, Jakarta – Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Israel belakangan tampak kurang stabil. Hal itu setelah Wakil Presiden AS JD Vance secara terbuka memperingatkan para pejabat Israel yang tidak senang dengan kesepakatan terbaru antara Washington dan Iran.
Ia bahkan menyebut Presiden Donald Trump merupakan satu-satunya sekutu kuat yang masih dimiliki Israel.
Baca JugaDonald Trump Jadi Bahan Olokan di Iran, Terpenjara di Papan ReklamePernyataan itu dilontarkan Vance di Gedung Putih menanggapi laporan yang menyatakan bahwa Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kurang senang dengan kesepakatan yang dicapai AS dan Iran.
Kendati Vance menyebut belum mendengar langsung keberatan Netanyahu, dirinya menyindir sejumlah anggota kabinet Israel yang menyerang kesepakatan tersebut sekaligus melontarkan kritik pribadi kepada Trump.
Baca JugaParlemen Malaysia Minta Prabowo Atasi Masalah Karhutla Menggunakan Bahasa Jawa"Donald J. Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati kepada negara Israel saat ini. Jika saya berada di kabinet pemerintahan Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa di seluruh dunia," kata Vance kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Jumat (19/6/2026). Red/HS