Putraindonews.com, Jakarta – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan rasa kekecewaan terkait peristiwa yang menimpa tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB IDI, dr Telogo Wismo Agung Durmanto, menyebut meninggalnya dr Icha di Kabupaten TTU yang mengakhiri hidup setelah diduga diintimidasi oleh anggota DPRD begitu menyayat hati.
Baca JugaDugaan Penipuan! ShortPro, ShortMax, ShortBox & ShowTime Resmi Dilaporkan ke Bareskrim PolriPihaknya pun sangat berharap agar perlu dilakukan perbaikan terkait sistem perlindungan tenaga medis.
"Kasus kekerasan fisik atau verbal ini kesekian kali yang terjadi di rumah sakit, terutama di IGD. Motifnya hampir sama, hanya pelaku dan korbannya yang berbeda. Artinya ada sistem yang perlu diperbaiki agar dokter dan nakes yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan bisa bekerja dengan aman," kata dr Telogo dikutip dari akun Instagram @detikhealth, Senin (29/6).
Baca JugaKPK Tegaskan Akan Panggil Ulang Nusron WahidSebelumnya, di media massa dikabarkan bahwa dr Icha bunuh diri, diduga karena depresi imbas diintimidasi oleh sejumlah anggota DPRD. Red/HS