Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Jaga Kualitas Ikan, KKP Lakukan Pengendalian Mutu dan Monitoring Hasil Perikanan di 80 Lokasi

S Samsuddin 05 Sep 2021 0 komentar
Jaga Kualitas Ikan, KKP Lakukan Pengendalian Mutu dan Monitoring Hasil Perikanan di 80 Lokasi

PUTRAINDONEWS.COM

JAKARTA | Sebagai kebutuhan dasar, kualitas pangan menjadi poin yang tak bisa ditawar. Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina menegaskan, pangan berkualitas menjadi instrumen penting untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Karenanya, BKIPM melakukan langkah-langkah strategis seperti melakukan pengendalian mutu sekaligus monitoring di pasar/sentra produksi ikan sehat.

Baca JugaRUU Kamla Dinilai Tak Punya Ruang, Soleman Ponto: Jangan Ulangi Perdebatan Dua Dekade

"Kita lakukan pengendalian mutu pangan, khususnya ikan di sejumlah lokasi," kata Rina di Jakarta, Sabtu (4/9/2021).

Rina menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan amanah Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Baca JugaOperasi Tim SAR Ditutup, Keluarga Jurnalis yang Hilang Gelar Tabur Bunga

Selama 2019 misalnya, BKIPM melakukan pengendalian mutu hasil perikanan di sentra penyedia pangan sehat, sentra pemasaran pangan sehat, sentra tempat pendaratan ikan atau pelabuhan perikanan di 44 Kabupaten/Kota yang ada di 30 UPT KIPM.

Kemudian pada tahun 2020, lokasi pengendalian yang rencananya dilakukan di 58 Kabupaten/Kota oleh 31 UPT KIPM, terlaksana di 34 lokasi Kabupaten/Kota.

Baca JugaKarya Bakti TNI Peduli Sampah, Kodim 0508 Depok Gandeng Pemkot dan Warga Bersihkan Pasar Kemiri Muka

Hal ini dikarenakan adanya wabah pandemi Covid-19 yang membuat sejumlah pasar atau sentra produksi tidak beroperasional.

"Tahun ini, pengendalian mutu hasil perikanan dilakukan di 80 lokasi atau Kabupaten/Kota pada 19 Provinsi," terangnya.

Baca JugaOperasi SAR Selat Sunda-Enggano Resmi Dihentikan, Dayung Serunting IMO-Indonesia Lanjutkan Monitoring

Tak hanya menyasar pasar tradisional, tim BKIPM juga melakukan pengendalian dan monitoring pada pasar modern dan mengambil sampel secara acak guna diuji petugas laboratorium BKIPM.

Selain itu, kegiatan pengendalian juga menilai kebersihan sarana penanganan/pemasaran ikan di semua objek. Hal ini untuk memastikan ikan yang dikonsumsi masyarakat tidak tercemar bahan berbahaya.

Baca JugaBersiap! Akan Ada Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta

"Jadi kita lakukan tindakan preventif dan melakukan uji acak sampel ikan di berbagai tempat dan memastikan tingkat kebersihan sarana penanganan/pemasaran di lokasi," urainya.

Nantinya hasil kegiatan tersebut akan diserahkan ke pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan dan rekomendasi bagi Dinas setempat. Dari hasil kegiatan ini, Rina berharap, output dari pelaksanaan pengendalian adalah diperolehnya gambaran persentase jaminan mutu hasil perikanan di suatu kabupaten/kota.

Baca JugaSenayan City Angkat Bicara Soal Perempuan Ditendang Pria di Food Court

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mendorong kontribusi pemerintah daerah dalam edukasi pelaku usaha serta penyediaan atau perbaikan sarana dan/atau prasarana penanganan/pemasaran, agar produk perikanan tetap higienis dan sehat saat sampai ke konsumen atau masyarakat.

"Intinya kita pastikan kita kawal pangan sehat bermutu, khususnya ikan untuk masyarakat," tutupnya.

Baca JugaOperasi Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Dihentikan

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan agar masyarakat Indonesia rutin mengonsumsi produk perikanan mengingat banyaknya manfaat kesehatan bagi tubuh, khususnya dalam menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi, terlebih didalamnya terdapat imostimulan atau senyawa yang bisa menstimulus sistem imun dalam tubuh. Kekebalan tubuh yang kuat, bisa menjadi benteng di masa pandemi saat ini. Red/Ben

Bagikan berita:

Berita Terkait