Putraindonews.com, Jakarta – Musyawarah Majelis Sunda (MMS) mengadakan acara Musyawarah Tahunan ke-II di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Sabtu (22/11).
Dalam agenda tersebut, hadir sejumlah tokoh Jawa Barat (Jabar) seperti Wakil Menteri Dalam Negeri RI Komjen Pol Purn Akhmad Wiyagus, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Presidium Pinisepuh MMS Burhanudin Abdullah, Pinisepuh MMS sekaligus Ketua Perkumpulan Urang Banten Irjen Pol Purn Taufiequrachman Ruki hadir dalam acara tersebut.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatPada momentum itu, Dedi Mulyadi turut mengapresiasi gagasan dan masukan yang disampaikan oleh MMS.
Ia menilai masukan itu akan memperkaya khazanah pemikiran dan kebudayaan Jabar mulai dari masalah penataan sungai, pembenahan sungai dari Karawang, Indramayu hingga Bogor.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanIa menambahkan bahwa pembenahan sungai dan hutan di Jabar sudah menjadi hal yang mendesak untuk mengembalikan jati diri Jabar. Dengan demikian, perlu mendapatkan dukungan dari masyarakat Sunda.
"Saya menata air agar dapat mengalir kembali, bangunan yang menghalangi bakal dibongkaran semua. Memuliakan peradaban air," lugasnya.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaMasih di forum yang sama, KDM juga menyatakan bahwa pemerintah tengah membentuk tim pengkaji hari lahir Jabar. Ia mencontohkan Kabupaten Bogor yang menetapkan momentum kelahiran berdasarkan pelantikan Sri Baduga sebagai raja.
“Ulang tahun Jawa Barat salah satu kajiannya adalah nilai-nilai kesundaan. Sebenarnya orang Bogor sudah melaksanakan lebih dulu. Ulang tahun Bogor itu ulang tahun dilantiknya Sri Baduga jadi raja. Itu tonggak sejarah peradaban sunda. Kalo ngomong Sunda ngomong ke-Siliwangian,” terangnya. Red/HS
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang