Putraindonews.com, Blitar – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Blitar menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut mendapat sorotan tegas dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang LPK-RI Kabupaten Blitar, Mohamad Iskandar.
Iskandar menilai kelangkaan gas bersubsidi tersebut bukan persoalan baru. Menurutnya, fenomena serupa hampir selalu terjadi setiap menjelang Ramadan dan berdampak langsung pada masyarakat kecil.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online“Setiap tahun polanya sama. Menjelang Ramadan, gas 3 kg menghilang di pangkalan, lalu muncul di pengecer dengan harga jauh di atas HET. Ini menimbulkan pertanyaan besar, ada apa dengan sistem distribusi?” tegas Iskandar kepada awak media, Senin (16/2/2026).
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai fenomena tahunan yang terkesan dibiarkan tanpa penanganan konkret.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatDampaknya dirasakan langsung oleh pedagang mikro, ibu rumah tangga, serta pelaku UMKM yang kesulitan memperoleh LPG subsidi dengan harga eceran tertinggi (HET).
Menurutnya, lemahnya pengawasan distribusi LPG subsidi menjadi salah satu faktor utama terjadinya kelangkaan.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatDugaan penyimpangan distribusi, penimbunan, hingga penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berhak dinilai terus berulang tanpa sanksi tegas.
“Kami melihat seolah-olah ada toleransi terhadap praktik yang merugikan masyarakat kecil. Jika tidak ada tindakan tegas, maka kelangkaan ini akan terus menjadi ‘ritual tahunan’ yang merugikan rakyat,” ujarnya.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanDPC LPK-RI Kabupaten Blitar mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) menyeluruh ke pangkalan dan agen LPG. Selain itu, diperlukan transparansi data distribusi serta penindakan tegas terhadap oknum yang terbukti menyalahgunakan LPG subsidi.
LPK-RI juga mengingatkan bahwa LPG 3 kg merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Karena itu, negara wajib memastikan distribusinya tepat sasaran, terlebih menjelang Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat signifikan.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla“Jangan sampai masyarakat kecil selalu menjadi korban. Negara tidak boleh kalah oleh permainan distribusi. Jika dibiarkan, ini bukan sekadar kelangkaan, tetapi bentuk ketidakadilan sosial,” pungkasnya.
Jurnalis ZA/rif