Putraindonews.com, Jakarta – Kinerja Menteri Luar Negeri Sugiono kini mendapat sorotan tajam. Salah satunya datang dari seorang diplomat senior Indonesia, yakni Dino Patti Djalal.
Dino bahkan melayangkan kritik terhadap kinerja Menlu Sugiono yang dinilainya masih belum berjalan sesuai yang diharapkan.
Baca JugaDasco Bantah Isu terkait Dirinya Bakal Jadi CawapresHal itu disampaikan melalui sebuah video pernyataan yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @dinopattidjalal, pada Minggu (21/12).
Dalam video berdurasi lebih dari sembilan menit itu, Dino melayangkan beberapa kritikan dan pesan yang ia sebut sebagai bentuk kepedulian dan dukungan demi kesuksesan diplomasi Indonesia.
Baca JugaNama Seskab Teddy Diisukan Diperiksa POM?“Ini adalah message of love and support. Speak truth to power, speak truth to the people,” ucap Mantan Wakil Menteri Luar Negeri era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu melalui unggahannya dikutip Minggu (21/12).
Pertama, dirinya mengritik aspek kepemimpinan Sugiono di Kementerian Luar Negeri. Ia meminta agar sang Menlu meluangkan waktu lebih banyak untuk secara langsung memimpin Kemlu yang menurutnya, saat ini sangat membutuhkan leadership.
Baca JugaPresiden Prabowo Bakal Lakukan Evaluasi Kabinet“Kementerian luar negeri itu seperti mobil Ferrari, salah satu lembaga terbaik di NKRI yang penuh talenta diplomat luar biasa. Tapi Ferrari hanya bisa perform kalau dikendarai driver yang piawai dan fokus,” katanya.
Dia juga mengungkapkan bahwa idealnya Menlu bekerja penuh waktu untuk Kemlu, atau setidaknya mencurahkan 50 hingga 80 persen perhatiannya.
Baca JugaYusril Ungkap Kemungkinan Jokowi DiperiksaDino menyoroti minimnya arahan strategis dari pusat kepada perwakilan RI di luar negeri, tertundanya rapat koordinasi para duta besar hampir setahun, hingga menurunnya moral diplomat akibat pemotongan anggaran dan lemahnya respons pimpinan.
Dino meyakini bahwa kondisi tersebut berisiko membuat peluang diplomatik tingkat tinggi tidak ditindaklanjuti dengan baik serta hubungan bilateral Indonesia menjadi tidak seimbang.
Baca JugaPresiden Tunjuk TNI Ariyo Windutomo Gantikan Listyo Sigit PrabowoPihaknya juga memperingatkan, jika situasi ini dibiarkan, Kemlu bisa berubah dari center of excellence menjadi island of mediocrity. Red/HS