Putraindonews.com, Jakarta – Seorang perempuan berinisial ANW yang diduga sebagai korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh anak Ruben Onsu, Betrand Peto akhirnya buka suara.
Kasus ini mencuat setelah sejumah media ramai memberitakan kejadian tersebut. Kejadian ini diduga terjadi di salah satu kelab di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9) dini hari.
Baca JugaJokowi Akhirnya Buktikan Ijazah di PengadilanDalam keterangannya, ANW bercerita bahwa semula dirinya datang ke kelab tersebut bersama sejumlah temannya sekitar pukul 02.00 WIB.
Kemudian, salah satu staf kelab menghampiri dan mengajaknya untuk meramaikan sebuah ruangan yang ditempati oleh Betrand Peto.
Baca JugaEks Kabareskrim Sebut Penyadapan Ilegal Bisa Tergolong Makar"Jadi waktu tanggal 12 itu, saya datang di salah satu club yang ada di SCBD sekitar jam 2 bersama teman saya. Dan ada satu lagi, kami datang di sana, happy, ketemu sama teman-teman.
Lalu tiba-tiba ada salah satu staf dari club tersebut yang bilang, 'mau enggak Kak ngeramein room-nya Si BP ini?'" ungkap ANW di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (13/9).
Baca JugaSetelah Penuh Drama, Nusron Wahid Akhirnya Diperiksa KPKANW pun menyebut kalau dirinya saat itu tidak ada pikiran negatif apa pun ketika menerima ajakan tersebut.
Sebab, menurutnya, staf kelab tersebut juga memastikan bahwa situasi di ruangan aman.
Baca JugaMAKI Soroti Rencana Dinas Nusron Wahid ke Jepang di Tengah Pemeriksaan KPKIa lalu menjelaskan musabab di balik peristiwa dugaan kekerasan seksual yang dialaminya. Dikatan bahwa saat berada di ruangan itu ia sempat keluar sebentar karena ponselnya tertinggal di sofa luar.
"Pas saya balik lagi ke room tersebut, teman saya enggak ada, dan setelah saya tanya, temen saya ternyata di toilet," paparnya.
Baca JugaMA Rencana Jelaskan Masalah Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Hari IniTanpa diketahui, saat ia kembali duduk di sofa, di sebelahnya sudah ada Betrand Peto. Saat itu, putra Ruben Onsu itu tiba-tiba menarik tangannya.
Awalnya ia mengira hal itu sebagai ajakan Betrand untuk mengecek kondisi temannya di toilet.
Baca JugaPigai Instruksikan Bawahannya untuk Periksa Prosedur Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur'an Sukoharjo"Saya duduk di sofa, samping saya BP. Tiba-tiba BP narik tangan saya. Saya enggak pernah ada pikiran negatif, saya kira dia mengajak saya untuk mengecek teman saya di toilet, kenapa lama sekali," ungkapnya.
Menurutnya dugaan pelecehan seksual itu justru terjadi di depan toilet. "Ternyata di depan pintu toilet tersebut, saya dilecehin," bebernya. Red/HS
Baca JugaSejumlah Polisi Menumpang KRL Gerebek Kampung Bahari