Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Korwil Jatim Hadiri Konsolidasi Bolone Mase Tulungagung, Relawan Diminta Tetap Solid Kawal Program Pemerintah

S Samsuddin • 07 May 2026 • 0 komentar
Korwil Jatim Hadiri Konsolidasi Bolone Mase Tulungagung, Relawan Diminta Tetap Solid Kawal Program Pemerintah

Putraindonews.com, Tulungagung - Relawan Bolone Mase Indonesia wilayah Tulungagung mulai kembali menguatkan konsolidasi organisasi pasca-Pemilu melalui agenda “Temu Kangen Korcam” yang digelar di Tropical House Tulungagung, Rabu (6/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Timur didampingi Rahmad Karim (penasehat), Zen dan Didik, bertemu 37 relawan dari 19 kecamatan di Tulungagung.

Pertemuan itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan arah gerakan relawan di tengah dinamika politik nasional dan kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai masih belum stabil. Dalam forum tersebut, relawan diminta tetap menjaga soliditas organisasi serta aktif mengawal berbagai program pemerintah pusat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara langsung.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Koordinator Daerah Bolone Mase Aziz-Arief Arief Gringsing Tulungagung yang diwakili Arief Gringsing mengatakan, konsolidasi dilakukan secara bergilir di 14 kabupaten/kota di Jawa Timur guna menghidupkan kembali komunikasi antarrelawan yang mulai menurun setelah kontestasi politik berakhir.

“Selama beberapa waktu terakhir intensitas pertemuan memang berkurang. Banyak relawan juga menghadapi kondisi ekonomi yang tidak mudah. Karena itu, silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga kebersamaan dan semangat organisasi,” ujar Gringsing meneruskan informasi Korwil Jatim.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Dalam pengarahan yang meneruskan instruksi Koordinator Nasional (Kornas) dan Korwil Jawa Timur, relawan juga diminta tetap tenang menghadapi berbagai isu politik yang berkembang di media sosial, termasuk narasi mengenai hubungan Presiden dan Wakil Presiden yang disebut mengalami keretakan.

Selain membahas dinamika politik nasional, forum turut menyoroti sejumlah program pemerintah yang diklaim mendukung agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Salah satunya rencana pengembangan sekolah rakyat berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Program tersebut disebut tidak hanya menitikberatkan pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan spiritualitas agar peserta didik memiliki daya saing di masa depan.

Di sektor ekonomi, perhatian forum tertuju pada program Koperasi Desa Merah Putih yang disebut sebagai bentuk revitalisasi Koperasi Unit Desa (KUD). Melalui skema tersebut, distribusi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur diharapkan lebih pendek sehingga harga di tingkat konsumen menjadi lebih terjangkau.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Forum juga menyinggung program “Pasutri” atau Program Amal Sosial dan Amal Usaha yang menyasar kelompok masyarakat ekonomi bawah, seperti marbot masjid, guru ngaji, ustaz, hingga guru honorer agar terlibat dalam pembinaan sosial di lingkungan masing-masing.

Sebagai bentuk penghargaan, pelaksana program disebut akan memperoleh sistem insentif berbasis poin. Skema itu diklaim menjadi upaya menghadirkan bantuan sosial yang lebih tepat sasaran sekaligus memberdayakan masyarakat secara langsung.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Dalam arahannya, Korwil Jawa Timur menegaskan bahwa peran relawan saat ini bukan sekadar menjaga loyalitas politik, melainkan juga menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah.

“Relawan harus tetap hadir di tengah masyarakat. Kalau ada persoalan di bawah, itu harus menjadi masukan agar kebijakan pemerintah tepat sasaran,” ujarnya.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Meski demikian, ia menegaskan seluruh arah gerakan organisasi tetap berada di bawah instruksi Koordinator Nasional (Kornas). Disiplin organisasi dinilai penting untuk menjaga soliditas relawan di daerah.

Melalui agenda konsolidasi tersebut, Bolone Mase berharap semangat kebersamaan antarrelawan kembali tumbuh. Bagi mereka, politik tidak semata soal perebutan kekuasaan, tetapi juga ruang membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

Jurnalis : Pandhu/rif

Bagikan berita:

Berita Terkait