Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Masuk Kota Bandung Diperketat, Satpol PP Tambah Cek Poin di Perbatasan

S Samsuddin • 09 May 2020 • 0 komentar
Masuk Kota Bandung Diperketat, Satpol PP Tambah Cek Poin di Perbatasan
PUTRAINDONEWS.COM

BANDUNG - JABAR | Pada Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) Provinsi Jawa Barat, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung bekerja lebih ekstra. Salah satunnya mengetatkan wilayah perbatasan.

Ada dua penambahan cek poin yaitu di Cibaduyut dan Dago. Selain itu ada juga penempatan personel di Sukasari. Hal ini untuk mengetatkan pintu alternatif keluar masuk Kota Bandung.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Sub Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengungkapkan di masa PSBB Jawa Barat pada 6-19 Mei ini pihaknya juga menurunkan personil tambahan.

“PSBB ini bahkan kita turunkan petugas tambahan di luar yang kemarin (PSBB Bandung Raya). Cek poin point tambahan seperti di Cibaduyut dan Dago.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Sekarang ada tambahan di atas di Sukasari walaupun di luar titik lokasi yang ditentukan kepolisian tapi tetap kita jaga,” ucap Rasdian Setiadi di Auditorium Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (8/5/2020).

Rasdian yang juga Kepala Satpol PP Kota Bandung menegaskan, hal ini untuk menjangkau kegiatan yang tidak dikecualikan atau dilarang selama bergulirnya PSBB.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Salah satunya sejumlah kegiatan usaha yang pada PSBB Jawa Barat ini tidak jauh berbeda, hanya membuka sektor bahan bangunan atau material saja, itupun dengan batasan jam operasional mulai pukul 08.00 WIB sampai 14.00 WIB.

“Paling penting dalam PSBB itu menjaga konsistensi dan ketegasan. Kalau ini berhasil dijaga, insyaallah bisa cepat pulih,” ujarnya.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Penjangkauan PMKS

Lebih lanjut Rasdian mengungkapkan bertepatan dengan Ramadan serta menjelang Hari Raya Idul Fitri muncul persoalan musiman yaitu maraknya anak jalanan, gelandangan dan pengemis baru.

Khusus untuk menuntaskan para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ini, Rasdian juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) untuk terus melakukan penjangkauan.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

“Fenomena sekarang menjelang Idul Fitri banyak migrasi dari luar khususnya anjal, gelandangan dan pengemis. Kita adakan penertiban dan pembinaan dengan tim Dinas Sosial. Termasuk yang kupu-kupu malam akan kita antisipasi,” bebernya.

Rasdian menuturkan, penjangkauan dilakukan secara berkala dengan berpatroli menyusuri sejumlah ruas jalan yang menjadi lokasi favorit para PMKS. Di samping itu, pihaknya juga merespon laporan dari masyarakat dengan langsung menindaklanjuti ke lapangan.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

Hanya saja, Rasdian tidak memungkiri tantangannya yaitu para PMKS tersebut kadang bermain kucing-kucingan. Sebagian di antaranya juga banyak yang tidak kapok untuk kembali lagi ke jalanan sekalipun sudah tertangkap.

Untuk itu, ketika hendak melakukan operasi Rasdian sudah menginstruksikan agar peugas Satpol PP melakukan beberapa strategi. Sehingga, para PMKS tidak bisa lolos dengan mudah saat dilaksanakan penjangkauan ke lapangan.

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

“Yang saya tau SOP-nya pembinaan 3 hari. Itu bisa jadi dia malah kembali lagi. Kalau ketemu pasti kita akan ambil lagi. Makanya saat patroli kita juga tetap harus pakai taktik dan strategi, kalau begitu saja datang mereka pasti mudah kabur,” tandasnya. (Red.Asp/Iwnaruna)

Bagikan berita:

Berita Terkait