Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Masyarakat Pesisir Diimbau Waspada Gelombang Tinggi Air Laut pada 11-12 Agustus Mendatang

S Samsuddin • 11 Aug 2023 • 0 komentar
Masyarakat Pesisir Diimbau Waspada Gelombang Tinggi Air Laut pada 11-12 Agustus Mendatang

Putraindonews.com - Jakarta | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemblai mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga empat meter di beberapa wilayah perairan pada 11-12 Agustus 2023.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ujar Kepala Pusat Meteorologi Maritim, BMKG, Eko Prasetyo di Jakarta, Jumat (11/8).

Baca JugaMensesneg Ungkap Istana sedang 'Bersih-Bersih Pasca Penyadapan

Ia mengatakan pola angin menjadi salah satu yang menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang tinggi.

Ia mengemukakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot.

Baca JugaKepala BIN Ungkap Penyadapan Ilegal Bisa Mengarah ke Makar

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda, perairan Fakfak-Kaimana, perairan Amamapere, perairan Kep. Kai-Kep. Aru, Laut Arafuru dan perairan Merauke," paparnya.

Kondisi itu, lanjutnya, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di Selat Malaka bagian utara, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba, perairan P. Sawu-P. Rote-Kupang, Selat Ombai, Laut Sawu, perairan selatan Flores, Laut Natuna, Selat Karimata, perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa, perairan Kotabaru, Selat Makassar, perairan Kep. Selayar.

Baca JugaBMKG Sebut Gempa Tektonik di Sigi Dipicu Aktivitas Sesar Palolo

Kemudian, Laut Flores, perairan Baubau-Kep. Wakatobi, perairan Manui-Kendari, perairan Kep. Banggai-Kep. Sula, Laut Sulwesi bagian barat, perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud, Laut Maluku, perairan Bitung-Kep. Sitaro, perairan selatan Sulawesi Utara, perairan Kep. Halmahera, Laut Hamahera, Samudra Pasifik Utara Biak-Jayapura, Laut Seram, perairan P. Buru-P. Seram, Laut Banda, perairan Kep. Kai-Kep. Aru, perairan Sorong bagian selatan, perairan utara Jayapura, perairan Fakfak-Amamapare dan Samudera Pasifik Utara Halmahera.

Sedangkan pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh-Kep. Mentawai, perairan P. Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan P. Jawa-Sumba, Selat Bali, Lombok, Alas bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa-Sawu, perairan selatan Kep. Tanimbar, Laut Arafuru bagian tengah dan barat.

Baca JugaJenderal Listyo Dicpot dari Dewan Penasihat KSPSI

"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," katanya. Red/HS

Bagikan berita:

Berita Terkait