Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Nilai Tukar Rupiah Anjlok di Hadapan Dolar

S Samsuddin • 14 Jan 2026 • 0 komentar
Nilai Tukar Rupiah Anjlok di Hadapan Dolar

Putraindonews.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan. Berdasarkan pemantauan, rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (13/1).

Dilansir dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,13% secara harian ke Rp 16.877 per dolar AS. Merujuk Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga tertekan 0,13% secara harian ke Rp 16.875 per dolar AS.

Baca JugaLagi, Ratusan Siswa di Bogor Diduga Keracunan MBG

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa mata uang Garuda sedang berada di area jenuh jual setelah sempat menyentuh rekor terlemahnya di Rp 16.877 per dolar AS pada Selasa (13/1.

“Jika sentimen global tidak kunjung mendingin, terdapat risiko psikologis di mana rupiah bisa menguji level Rp 17.000 per dolar AS, meskipun Bank Indonesia diyakini akan melakukan intervensi "triple intervention" untuk menjaga stabilitas di pasar spot dan obligasi guna meredam volatilitas yang berlebihan,” kata Sutopo dikutip dari Kontan, Selasa (13/1).

Baca JugaMoeldoko Sarankan Keistimewaan Bebas Gage Bagi Mobil Listrik Dicabut

Menurutnya, wajib untuk memerahtikan sentimen utama terkait pergerakan rupiah hari ini, Rabu (14/1) adalah rilis data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat dan putusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas kebijakan tarif ekspor-impor.

Jika inflasi AS diumumkan lebih tinggi dari ekspektasi, dolar AS akan semakin kokoh karena memangkas peluang penurunan suku bunga Fed, yang otomatis menekan Rupiah.

Baca JugaMenlu Singapura Kunjungi Indonesia di Tengah Memanasnya Hubungan Indonesia-Singapura

Ia menambahkan bahwa rupiah bergerak dalam tekanan besar dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran Rp 16.850 hingga Rp 16.920 per dolar AS pada hari ini. Red/HS

Tags: #Indonesia #amerika serikat #mahkamah agung

Bagikan berita:

Berita Terkait