Putraindonews.com, Jakarta – Publik Indonesia belakangan ini ramai-ramai mendesak pemerintah RI agar segera mengambil langkah tegas keluar dari keanggotaan Board of Peace (Dewan Perdamaian) hasil inisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Kendati banyak yang menyuarakan agar Indonesia segera keluar dari BoP, dalam perkembangan terbaru, Presiden RI Prabowo Subianto disebut akan mengevaluasi status keanggotaannya dalam dewan tersebut, bukan langkah menarik diri dari keanggotaan.
Baca JugaKomdigi Angkat Bicara Soal Takedown 486 Konten Demo AgustusHal itu disampaikan Menteri Luar Negeri periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda yang menyebut presiden akan mengevaluasi posisi Indonesia dalam BoP menyusul perkembangan terbaru dari konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Menurut Hassan, dalam diskusi kebangsaan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3) malam, membahas dampak eskalasi perang terhadap peluang keberhasilan misi BoP yang selama ini difokuskan pada upaya gencatan senjata (ceasefire), bantuan kemanusiaan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi.
Baca JugaBEM UI Bersama Masyarakat Sipil Bakal Gelar Aksi 28 OktoberIa mengatakan bahwa presiden menegaskan bahwa evaluasi diperlukan mengingat dinamika situasi di lapangan terus berkembang. Pemerintah akan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk komitmen pendanaan serta pengiriman pasukan Indonesia yang selama ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam misi tersebut.
"Keputusan kan belum. Pasti beliau akan mengevaluasi dan mengambil keputusan yang tepat pada waktunya," kata Hassan dikutip dari Antara. Red/HS
Baca JugaDua Anak Menteri Haji Mengundurkan Diri sebagai Tenaga Ahli