Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Rakor Pucanglaban Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

S Samsuddin • 14 Feb 2026 • 0 komentar
Rakor Pucanglaban Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

Putraindonews.com, Tulungagung — Pemerintah Kecamatan Pucanglaban menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Deteksi Dini Konflik Sosial Tahun 2026 di Balai Desa Kalidawe, Jumat (13/2/2026) malam. Forum tersebut menjadi langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) tetap kondusif.

Rakor diikuti berbagai elemen perguruan pencak silat di wilayah Pucanglaban, seperti Persaudaraan Setia Hati Terate, Pagar Nusa, Cempaka Putih, Kera Sakti, dan Porsigal. Seluruh perguruan tersebut tergabung dalam forum komunikasi (Forkom) atau paguyuban pencak silat sebagai wadah silaturahmi dan penguatan persaudaraan.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Kegiatan juga dihadiri unsur Forkopimcam, yakni camat, TNI-Polri, serta tokoh agama dari Nahdlatul Ulama dan perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Camat Pucanglaban, Setiono, S.Sos., M.M., menegaskan pentingnya langkah konkret dalam mendeteksi potensi konflik sosial sejak dini. Menurutnya, koordinasi lintas elemen menjadi kunci untuk memetakan potensi kerawanan sekaligus menyusun strategi pencegahan.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

“Deteksi dini konflik sosial sangat penting melalui koordinasi seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan pencak silat. Informasi harus cepat, akurat, dan terintegrasi agar potensi kerawanan dapat dicegah,” ujarnya.

Ia menambahkan, sistem deteksi dini bertujuan meredam gesekan kecil agar tidak berkembang menjadi konflik besar. Upaya itu dilakukan melalui pemetaan potensi, dialog, serta kebijakan preventif.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Dalam rakor tersebut juga dibahas pembentukan tim terpadu penanganan konflik sosial yang melibatkan Forkopimcam, aparatur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan perguruan silat.

Selain itu, disepakati perlunya sistem peringatan dini (early warning system), pembinaan berkelanjutan, pendekatan edukatif, serta rakor rutin guna menyamakan persepsi dan merumuskan langkah cepat apabila muncul potensi konflik.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Melalui sinergi kelembagaan tersebut, Pemerintah Kecamatan Pucanglaban berharap situasi wilayah tetap aman, damai, kondusif, dan guyub rukun.

Jurnalis: Eko/Rif

Tags: #tulungagung #polri #tni #jurnalis

Bagikan berita:

Berita Terkait