Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Kotor dan Tak Terurus Usai Pemecatan Massal Tenaga Kebersihan

S Samsuddin • 12 Jan 2026 • 0 komentar
RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Kotor dan Tak Terurus Usai Pemecatan Massal Tenaga Kebersihan

Putraindonews.com, Blitar - Kondisi kebersihan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar menuai keluhan dari keluarga pasien. Rumah sakit rujukan milik pemerintah daerah itu dinilai tampak kotor dan tidak terurus menyusul pemangkasan massal tenaga kebersihan, yang berdampak langsung pada kenyamanan dan keamanan lingkungan pelayanan kesehatan.

Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah terlihat di sejumlah sudut rumah sakit. Sampah daun kering, misalnya, tampak menumpuk di area parkir dan sejumlah titik terbuka.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan pasien dan keluarga yang setiap hari beraktivitas di lingkungan rumah sakit.

“Saya kaget. Ini rumah sakit, tapi sampahnya dibiarkan menumpuk,” ujar Siti (45), keluarga pasien asal Kecamatan Sananwetan, Senin (12/01/2026).

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Ia mengaku khawatir kondisi lingkungan yang kotor justru berpotensi memperburuk kesehatan pasien. “Kami membawa orang sakit, bukan orang sehat. Kalau lingkungannya kotor seperti ini, takutnya malah nambah penyakit,” imbuhnya.

Kondisi tersebut diduga kuat berkaitan dengan kebijakan pemangkasan massal tenaga kebersihan di RSUD Mardi Waluyo. Jumlah petugas kebersihan yang tersisa dinilai tidak sebanding dengan luas area rumah sakit, sehingga pengelolaan kebersihan tidak tertangani secara optimal.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Kebersihan rumah sakit, lanjut keluarga pasien, bukan sekadar persoalan estetika, melainkan bagian penting dari standar keselamatan pasien. Lingkungan yang kotor berisiko meningkatkan potensi infeksi dan bertentangan dengan prinsip dasar pelayanan kesehatan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, puluhan tenaga kebersihan yang telah dinyatakan lolos seleksi dan mulai bekerja di RSUD Mardi Waluyo sejak Kamis (1/1/2026) mendadak menerima pembatalan kelulusan secara sepihak.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Pembatalan tersebut disampaikan oleh PT Sasana Bersaudara Indonesia (SBI) selaku perusahaan penyedia jasa tenaga kebersihan.

Keputusan itu tertuang dalam surat pengumuman bernomor 002/PNG/SBI/I/2026 dengan alasan “kendala internal perusahaan” tanpa penjelasan rinci. Alasan tersebut menuai kritik karena dinilai tidak transparan dan mengabaikan nasib para pekerja yang telah menggantungkan penghidupan pada pekerjaan tersebut.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr. Bernard Theodore Ratulangi, Sp.PK, mengaku pihak rumah sakit telah memberikan teguran kepada perusahaan rekanan.

“Kami sudah menegur pihak PT. Kok bisa seperti itu. Tapi soal penggantian pekerja kami tidak tahu. Kalau terkait titipan, saya tidak tahu sama sekali,” tegasnya.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Sasana Bersaudara Indonesia belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat maupun sambungan telepon belum mendapat respons.

Kisruh rekrutmen tenaga kebersihan ini kembali menyoroti tata kelola manajemen di RSUD Mardi Waluyo. Transparansi, profesionalitas, serta keadilan dalam proses pengadaan jasa dan tenaga kerja kembali dipertanyakan publik.

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

jurnalis : Tik editor Rif

Tags: #Indonesia #kesehatan #blitar #jurnalis

Bagikan berita:

Berita Terkait