Putraindonews.com,Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Ditresnarkoba Polda Kalsel) sukses menyita 33 kilogram sabu-sabu jaringan Fredy Pratama yang diselundupkan ke Banjarmasin dari Kalimantan Barat.
"Tiga orang ditangkap berperan sebagai kurir yakni BS, SN dan DI," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Kelana Jaya di Banjarmasin, Rabu (12/2).
Baca JugaJokowi Akhirnya Buktikan Ijazah di PengadilanPengungkapan ini merupakan joint operation dengan Bareskrim yang terus berupaya memonitor pergerakan jaringan Fredy Pratama di Indonesia.
Kelana menjelaskan awalnya diterima informasi masyarakat adanya rencana pengiriman sabu-sabu dalam jumlah besar dari Pontianak, Kalimantan Barat.
Baca JugaEks Kabareskrim Sebut Penyadapan Ilegal Bisa Tergolong MakarHasil koordinasi dengan Bareskrim diperkuat penerapan metode analisis ilmiah, didapat ciri-ciri mobil yang dikendarai untuk membawa narkotika.
Tim lapangan yang dipimpin Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien membagi tugas anggotanya ke beberapa titik penghadangan termasuk di wilayah perbatasan di Kalimantan Tengah yang menjadi pintu masuk ke Kalsel.
Baca JugaSetelah Penuh Drama, Nusron Wahid Akhirnya Diperiksa KPKAlhasil, kendaraan dengan ciri-ciri yang telah dikantongi akhirnya melintas di Jalan Trans Kalimantan Kilometer 12, Kelurahan Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.
Penghadangan tak berjalan mulus, pelaku sempat berupaya melarikan diri dan menabrak petugas.
Baca JugaMAKI Soroti Rencana Dinas Nusron Wahid ke Jepang di Tengah Pemeriksaan KPKKejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya mobil pelaku menabrak mobil tronton pembawa alat berat sehingga mobil terhenti.
"Kami lakukan tindakan tegas dan terukur lantaran aksi pelaku telah membahayakan petugas dan pengguna jalan lainnya," jelas Kelana.
Baca JugaMA Rencana Jelaskan Masalah Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Hari IniAdapun barang bukti 33 kilogram sabu-sabu terbungkus dalam 31 paket kemasan teh Cina warna hijau.
"Scientific analysis methods dilakukan secara profesional sehingga bisa mengungkap tindak pidana kriminal narkoba jaringan internasional lintas negara ini," tambah Kelana mewakili Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. Red/HS
Baca JugaPigai Instruksikan Bawahannya untuk Periksa Prosedur Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur'an Sukoharjo