SURABAYA - JATIM | Usai menggelar dialog kebangsaan dan melaksanakan kampanye protokol kesehatan di pendopo Kabupaten Probolinggo, Sabtu (3/10), Menko Polhukam Mahfud MD menyambangi para pengemudi bus di terminal Purabaya Surabaya atau juga dikenal dengan stasiun bus Bungurasih, terminal terbesar di Jawa Timur.
Disini, Mahfud membagikan 1000 masker secara simbolik kepada petugas terminal, awak bus, dan para penumpang.
Baca JugaDukcapil Kota Blitar Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan SosialPenyerahan masker secara simbolik ini, diterima langsung oleh kepala terminal dan perwakilan pengemudi. Menko Polhukam juga menyapa sejumlah sopir bus yang berdiri di depan bus masing-masing dan berdialog tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan.
“Pengemudi bus penting sekali menerapkan protokol kesehatan, karena setiap hari bersama warga. Saudara mengangkut puluhan orang, duduk di depan, sehingga mesti menjadi contoh untuk mengenakan masker, menjaga jarak dalam bus, dan rajin mencuci tangan†ujar Mahfud dalam dialog singkat dengan para awak bus.
Baca JugaPresiden Prabowo Teriak Free Palestine di Resepsi Pondok GontorKepada warga, awak bus, dan para petugas yang sehari-hari berada di terminal, Menko Mahfud juga meminta untuk saling mengingatkan agar tetap disiplin dalam protokol kesehatan, khususnya ruang publik seperti terminal bus.
"Saya ingin mengingatkan kepada masyarakat terutama di sektor transportasi publik, agar betul-betul menjaga dan menegakkan protokol kesehatan. Karena Covid adalah penyakit yang penularannya sangat cepat dan masif,†ujarnya.
Baca JugaWacana ‘Black September’ Kembali Ramai di PublikMahfud MD tak lupa mengapresiasi warga Surabaya khususnya dan Jawa Timur pada umumnya, yang mulai sadar dengan penegakan protokol kesehatan, ditandai dengan mulai landainya kasus covid di daerah ini, dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
Hadir menemani Menko Polhukam dalam kampanye tersebut adalah Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dan sejumlah Forkopimda Jawa Timur. Red/Ben
Baca JugaPemilik UMKM Mengaku Dipalak Sejuta per Hari di Jogja