Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Sidak ke P3APPKB, Rosjonsyah ; Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

S Samsuddin 24 Nov 2021 0 komentar
Sidak ke P3APPKB, Rosjonsyah ; Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

PUTRAINDONEWS.COM

Bengkulu | Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah meminta agar kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (PA) di Provinsi Bengkulu dapat diminimalisir. Hal itu ditegaskannya saat inspeksi mendadak (Sidak) ke Dinas P3APPKB Provinsi Bengkulu, Selasa (23/11).

Ia mengatakan, meski angka kasus kekerasan perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu berada di urutan ketiga terendah tingkat nasional, namun upaya untuk menekan kasus tersebut harus tetap dilakukan.

Baca JugaOperasi Tim SAR Ditutup, Keluarga Jurnalis yang Hilang Gelar Tabur Bunga

"Capaian di tingkat nasional itu dikarenakan kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah kita saat ini tidak sampai 200 kasus. Tapi jangan bangga, itu harus menjadi motivas untuk terus menekan secara maksimal agar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus menurun," ungkap Bupati Lebong dua periode ini.

Menurutnya, DP3APPKB selaku leading sektor harus terus bergerak untuk menekan terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu.

Baca JugaKarya Bakti TNI Peduli Sampah, Kodim 0508 Depok Gandeng Pemkot dan Warga Bersihkan Pasar Kemiri Muka

Dirinya selaku Wagub Bengkulu beserta pemerintah provinsi siap mendorong dengan melakukan optimalisasi, baik dari sisi fasilitas dan juga anggaran untuk menunjang kinerja DP3APPKB ini.

"Intinya bagaimana kasus kekerasan itu harus terus ditekan," tegasnya.

Baca JugaOperasi SAR Selat Sunda-Enggano Resmi Dihentikan, Dayung Serunting IMO-Indonesia Lanjutkan Monitoring

Ia menekankan, ketika kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi, tentu Pemerintah Daerah (Pemda) juga nantinya terdampak. Dalam artian pemerintah provinsi Bengkulu juga yang malu.

"Kita menilai peran DP3APPKB ini tidak bisa dipandang sebelah mata, makanya kedepan harus terus disupport," pungkasnya.

Baca JugaBersiap! Akan Ada Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta

Sementara itu, Kadis P3APPKB Provinsi Foritha Ramadhani Wati mengatakan, sejauh ini berbagai upaya terus dilakukan pihaknya dalam menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Langkah yang dilakukan seperti pendampingan, sosialisasi, pemberdayaan dan lainnya.

"Sejauh ini kalau melihat dari statistik angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, di daerah kita mengalami penurunan sejak beberapa tahun terakhir," jelas Foritha.

Baca JugaSenayan City Angkat Bicara Soal Perempuan Ditendang Pria di Food Court

Ia menambahkan, pada tahun 2017 lalu angka kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 368 kasus, namun tahun ini turun menjadi 173 kasus. Jika dibandingkan provinsi lain, Bengkulu merupakan daerah terendah kasus kekerasan tersebut. Red/Ben

  ***

Bagikan berita:

Berita Terkait