Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

WUJUDKAN PROGRAM PEMERINTAH, TMMD Ke-111 Membangun Dari Pinggiran "Nyata Adanya"

S Samsuddin 26 Jun 2021 0 komentar
WUJUDKAN PROGRAM PEMERINTAH, TMMD Ke-111 Membangun Dari Pinggiran "Nyata Adanya"

PUTRAINDONEWS.COM

BENGKAYANG - KALBAR | Semboyan dengan semangat gotong-royong membangun negeri, demikian seperti yang dilakukan oleh anggota Satgas TMMD ke-111 Kodim 1202/Singkawang bersama warga desa Sentangau Jaya, kecamatan Seluas, kabupaten Bengkayang, provinsi Kalimantan Barat.

Dari ujung perbatasan Indonesia - Malaysia , semangat untuk gotong - royong dalam membangun tidak diragukan lagi yang dilakukan oleh warga desa Sentangau Jaya bersama TNI.

Baca JugaPresiden Prabowo Teriak Free Palestine di Resepsi Pondok Gontor

Bahu - membahu, saling bekerja sama dalam kegiatan TMMD ke -111 Ta 2021 di desa Sentangau Jaya kecamatan Seluas kabupaten Bengkayang.

Kegiatan TMMD yang dilaksanakan selama 30 hari mulai tanggal 15 Juni s/d 15 Juli 2021. Yaitu dengan sasarannya kegiatan Fisik dan Non Fisik.

Baca JugaWacana ‘Black September’ Kembali Ramai di Publik

Disaat itu Kapenrem 121/Abw Mayor Inf Supriyono sedang meninjau salah satu sasaran pembuatan rabat Beton sebagai bentuk kegiatan fisik dari TMMD tersebut.

"Terlihat begitu semangat para warga desa yang menjadi sasaran TMMD, mereka bahu - membahu tidak mengenal lelah, sambil sesekali bercengkrama bersama prajurit TNI," cerita Mayor Info Supriyono pada Jum'at (25/6/2021).

Baca JugaPemilik UMKM Mengaku Dipalak Sejuta per Hari di Jogja

Sembari menarik nafas dalam - dalam, Mayor Inf Supriyono melanjutkan penuturannya, inilah bukti kebersamaan, kemanunggalan dan sinergitas TNI bersama rakyat.

"Inilah perwujudan bakti TNI kepada negeri, untuk selalu terdepan dalam mengayomi masyarakat," paparnya lagi dengan cukup serius.

Baca JugaJejak Nihil Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Waketum IMO-Indonesia Soroti Kinerja Andra Soni hingga Pigai

Mayor Inf Supriyono yang pernah menjabat Kasdim 1205/Sintang, tersebut menjelaskan, betapa selama ini masyarakat desa Sentangau Jaya yang begitu rindu akan kemajuan, desanya melalui sentuhan pembangunan.

"Bisa saya katakan bahwa, desa Sentangau Jaya adalah sebuah desa yang terletak di ujung negeri ini, wajar jika kemudian warga desa yang sering melihat perbedaan keadaan di negeri Jiran Malaysia dengan Indonesia, karena begitu dekat dengan perbatasan," ujar Mayor Inf Supriyono yang saat ini menjabat Kapenrem 121/Abw.

Baca JugaRUU Kamla Dinilai Tak Punya Ruang, Soleman Ponto: Jangan Ulangi Perdebatan Dua Dekade

Pelaksanaan TMMD ke-111 Kodim 1202/Singkawang di desa Sentangau Jaya, kecamatan Seluas, kabupaten Bengkayang telah menunjukkan progres yang signifikan saat ini.

Sejumlah pembangunan infrastruktur di desa Sentangau Jaya sudah mulai memperlihatkan hasil, diantaranya seperti pembuatan jalan rabat beton.

Baca JugaOperasi Tim SAR Ditutup, Keluarga Jurnalis yang Hilang Gelar Tabur Bunga

Luar biasa antusias warga saat membantu pengerjaan jalan rabat beton sepanjang 350 Meter, oleh satgas TMMD ke-111 Kodim 1202/Singkawang.

Pengerjaan jalan telah dilaksanakan, kemudian warga Sentangau Jaya antusias membantu seperti pemasangan papan mal pada pinggir jalan nantinya yang akan dilakukan pengecoran.

Baca JugaKarya Bakti TNI Peduli Sampah, Kodim 0508 Depok Gandeng Pemkot dan Warga Bersihkan Pasar Kemiri Muka

Kepala desa Sentagau Jaya Aloysius saat ditemui mengatakan bahwa, warga menyambut baik kegiatan ini, semua saling bahu membahu ikut mengerjakan sasaran TMMD ini.

"Semua warga sudah saya bagi ada yang mengerjakan di rabat Beton, gereja, Masjid, MCK,” ungkap kepala desa Aloysius.

Baca JugaOperasi SAR Selat Sunda-Enggano Resmi Dihentikan, Dayung Serunting IMO-Indonesia Lanjutkan Monitoring

Desa Sentangau Jaya adalah merupakan desa boleh tergolong tertinggal dalam program pembangunan.

Sehingga saat ada program TMMD sudah sesuai dan sejalan apa yang menjadi agenda presiden Joko Widodo yaitu Nawacita, diantaranya cita ke tiga " Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca JugaBersiap! Akan Ada Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta

"Membangun Indonesia dari pinggiran, demikian seperti yang menjadi program pemerintah pusat," kata Kapenrem.

Kembali ke cerita warga desa, begitu kompaknya warga dengan gerobak yang di dorong ada yang menarik untuk mengantarkan material pasir untuk menimbun jalan. Pasir sebagai alas dasar untuk pengecoran.

Baca JugaSenayan City Angkat Bicara Soal Perempuan Ditendang Pria di Food Court

"Inilah yang ditunggu dalam pembangunan jalan di desa kami," kata bapak Aloysius.

Aloysius mengatakan sebelum jalan ini kalau tidak dibuat rabat Beton, setiap hujan seperti kolam ikan tidak bisa dilewati dan pada musim kemarau banyak debu yang berterbangan, sangatlah memprihatinkan sekali keadaannya.

Baca JugaPresiden Prabowo Teriak Free Palestine di Resepsi Pondok Gontor

"Saya berharap nantinya setelah TMMD ini hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan tidak kalah penting juga harus tetap dirawat," papar Aloysius.

Ada lagi pembangunan rabat beton di dusun bukit sangge sepanjang 280 M dengan lebar 4m walaupun masih dalam proses pengerjaan akan tetapi luar biasa terlihat perubahan di dusun Bukit Sangge.

Baca JugaWacana ‘Black September’ Kembali Ramai di Publik

"Tidak ketinggalan juga dibangun gorong-gorong atau jembatan box culvert di dusun Bukit Sangge," terang bapak Saripudin sang kepala dusun yang terkenal ramah tersebut.

Terlihat lalu lalang anggota Satgas TMMD dan juga warga berganti-gantian mendorong gerobak arku, membawa pasir, batu, semen.

Baca JugaPemilik UMKM Mengaku Dipalak Sejuta per Hari di Jogja

Gemuruh terdengar suara molen, mesin pengaduk adonan bahan cor untuk rabat beton tak hentinya disepanjang jalur tersebut.

"Jikalau kita lihat serasa mimpi, ternyata yang selama ini saya lihat, saya dengar dan saya baca melalui berita, oh ini rupanya TNI manunggal bersama rakyat," ujar Saripudin.

Baca JugaJejak Nihil Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Waketum IMO-Indonesia Soroti Kinerja Andra Soni hingga Pigai

Dari dusun Bukit Sangge, desa Sentangau Jaya, bukan hanya sekedar cerita fiktif, namun nyata adanya kemanunggalanTNI. Red/Ben

Bagikan berita:

Berita Terkait