Putraindonews.com, Jakarta – Owner UMKM di Yogyakarta dibuat shock setelah sehari mencoba membangun usahanya di kawasan Alun-Alun.
Pemilik UMKM bernama Dyah Laily Fardisa itu mengaku diminta membayar parkir Rp2,5 juta per hari yang setelah negosiasi disebut turun menjadi Rp1 juta per hari.
Baca JugaPresiden Prabowo Teriak Free Palestine di Resepsi Pondok GontorAngka tersebut di luar ekspektasi dia selaku seorang pengusaha. Dirinya bahkan mengaku diminta menyediakan makanan untuk 10 orang yang disebut sebagai preman atau juru parkir, serta tiga orang yang disebutnya sebagai anggota polisi. Belum lagi ada permintaan biaya tambahan listrik.
Pihak Keraton Yogyakarta bahkan sempat merespons kabar tersebut dan menegaskan bahwa permintaan tersebut bukan bagian dari pungutan resmi Keraton.
Baca JugaWacana ‘Black September’ Kembali Ramai di PublikPersoalan ini membuat Polresta Yogyakarta sampai menurunkan tim Reskrim dan Propam untuk mendalami dugaan pungli serta klaim keterlibatan anggota kepolisian. Red/HS