PUTRAINDONEWS.COM
Jakarta | Awal membaca sebuah kasus perundungan dan pelecehan seksual di instansi KPI membuat saya bertanya-tanya, apakah di instansi sebesar KPI masih ada perbedaan antar pegawai?
Perundungan di kantor tentu ada... biasanya karena pegawainya terlalu songong atau terlalu cupu. Bisa juga karena pegawai sangat berprestasi, dianggap tukang cari muka, super duper ganteng atau cantik atau malah sebaliknya. Ujar Yusi Yusuf dalam siaran persnya yang diterima redaksi, sabtu 04/09.
Baca JugaRUU Kamla Dinilai Tak Punya Ruang, Soleman Ponto: Jangan Ulangi Perdebatan Dua DekadeYusi mengatakan bahwa semua tergantung darimana kita memandang. Masalah disuruh-suruh senior beli makanan, fotocopy atau kerja remeh temeh yg ga sesuai tupoksi ya sudah biasa.
Tapi ya itu, sekedarnya... tidak sampai parah dan main fisik, apalagi sampai coret-coret bagian tubuh. Sudah masuk kriminal itu.
Baca JugaOperasi Tim SAR Ditutup, Keluarga Jurnalis yang Hilang Gelar Tabur BungaKasus di KPI cukup unik karena lembaga ini dipimpin oleh komisioner-komisioner dengan masa waktu tertentu. Komisioner-komisioner tersebut berganti, tapi pegawai tetap itu. Ungkap Ketua Forum Lingkar Pena (FLP Jakarta) periode 2013-2015 tersebut.
Jujur, membaca kasus MS dan KPI ini saya justru tidak fokus, karena terdistract juga dengan pembebasan artis Syaiful Jamil.
Baca JugaKarya Bakti TNI Peduli Sampah, Kodim 0508 Depok Gandeng Pemkot dan Warga Bersihkan Pasar Kemiri MukaDilalah, sore-sore, saya baru dapat kabar kalau korban kasus pembullyian itu adalah MS, rekan, junior saya dan anggota aktif di FLP Jakarta. Dia bergabung di FLP Jakarta saat saya memimpin cabang itu selama dua tahun (2013-2015).
"Kaget sejadi-jadinya, dan saya langsung komunikasi intens dengan rekan-rekan lain".
Baca JugaOperasi SAR Selat Sunda-Enggano Resmi Dihentikan, Dayung Serunting IMO-Indonesia Lanjutkan MonitoringMS adalah sosok yang baik, ceria dan cukup manis. Sama sekali tidak terbayangkan dia mengalami kejadian yang menjijikan. Dan yang paling menyedihkan adalah laporan-laporannyanya dianggap lalu oleh pihak-pihak yang mustinya melindungi rakyat.
Mentalnya kacau, keluarganya menghadapi serangan psikis dan entah bagai mana pedih hati ibunya... duh gusti...
Baca JugaBersiap! Akan Ada Pemadaman Lampu Serentak di JakartaJujur, saya tidak berani menghubungi MS. Kondisinya sangat terguncang, namun saya yakin sekali bahwa laporannya, dan tuturannya adalah benar-benar apa yang dia alami selama ini.
Biasanya korban perundungan di kantor pasti ada yang membela. Entah boss, bagian HR, pegawai senior atau orang -yang setidaknya mampu berpikir normal.
Baca JugaSenayan City Angkat Bicara Soal Perempuan Ditendang Pria di Food CourtTitik ini yang saya bingung, masa iya diantara sekian banyak pegawai? Pelaku2 itu semua bapak-bapak kan?? Punya anak dan keluarga???
Yang Saat ini muncul di kepala saya adalah kemungkinan-kemungkinan pementahan kasus ini, dianggap laporan mengada-ngada atau laporan palsu atau malah pencemaran nama baik instansi yang justru akan berbalik arah menyudutkan dia.
Baca JugaOperasi Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang DihentikanMS adalah KORBAN
Sebagai salah satu relasi, saya menunjukan posisi disampingnya bahwa saya berada disisinya dengan memerhatikan kasus ini hingga tuntas. Tidak serta merta menguap begitu saja atau malah berbalik arah menyerang MS.
Korban tetap korban, jangan digiring menjadi pelaku kejahatan, seperti cerita-cerita di film India, pungkasnya. Red/Ben
Baca JugaSatu Bulan Menghilang, ASN Bogor Jadi Sorotan