PUTRAINDONEWS.COM
Makassar - Sulsel | Ada 3 kekuatan Komunitas Anak Pelangi (K-Apel), yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan.
Pertama, keikhlasan dalam berbuat, yang penting orang lain bahagia.
Baca JugaDemi Merawat Tradisi, Sanggar Seni Antara Nusantara Bajeng Gelar Malam AssinrilikKedua, semangatnya. Setiap acara komunitas, warga tak kenal lelah, siap begadang demi suksesnya acara.
Ketiga, kekompakannya. Semua kegiatan dilakukan secara bersama-sama."Saya ini bukan siapa-siapa kalau bukan dukungan warga".
Baca JugaKWN Sambut Dalang Ki Gunarto Usai Pentas Wayang Kulit di Selandia BaruBisa dilihat, kegiatan ini diisi oleh semua kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, orang dewasa, terutama ibu-ibu, hingga nenek-nenek," papar Rahman Rumaday, founder K-Apel, yang mengawali sambutannya dengan membacakan puisi ciptaannya.
Rahman Rumaday menyampaikan pengalaman kerja pengorganisasian dan pemberdayaannya dalam acara peringatan "11 Tahun K-Apel, Terus Berbagi Cinta", di Lorong Jalan Daeng Jakking, Parang Tambung, Makassar, Minggu, 26 September 2021.
Baca JugaPesan Mendalam Ida Istri di Tengah Warga Banjar Perumnas Bekasi: Jangan Takut Ombak Jika Dirimu Sudah Menjadi SamudraDijelaskan, tema peringatan tahun ini adalah "Lahirkan Generasi Julehah yang Berbudaya dan Ramah Terhadap Lingkungan".
Tema generasi Julehah ini diangkat karena K-Apel menginginkan anak-anak yang juara tapi juga sholeh dan sholehah.
Baca JugaPaku Buwana XIV Hangabehi Adakan Upacara Kenaikan TahtaAnak-anak K-Apel itu, lanjutnya, harus ramah terhadap temannya dan ramah terhadap lingkungan. Sedangkan, pendekatan budaya dilakukan karena budaya itu memberi semangat dan menyatukan orang-orang.
"Jadi kalau mau juara dan sholeh-sholehah, maka datangkag ke K-Apel," kata lelaki yang akrab disapa Bang Mamang itu.
Baca JugaTelah Lahir Pasinrilik Perempuan Pertama dari Sanggar Seni Antara Nusantara GowaDia mengucapkan terima kasih pada Lurah Parang Tambung, yang dinilai sangat responsif terhadap kegiatan-kegiatan K-Apel.
Menurutnya, semua kekuatan mesti bergabung jika ingin melakukan perubahan.
Baca JugaBupati Blitar: Jamasan Gong Kyai Pradah 2026 Manivestasi Pelestarian Pariwisata Seni BudayaLurah Parang Tambung, Isvan Qadar Djachrir, S.STP, mengaku setiap kali diundang di acara K-Apel, dia selalu kagum.
Karena ada hal-hal baru, menarik, dan berbeda yang dilakukan. Sehingga, dia langsung ingat K-Apel saat presentasi di hadapan tim ahli walikota tentang lorong wisata.
Baca JugaPengalaman Baru Bakal Dihadirkan Bus TransJakarta per Agustus MendatangPemkot Makassar, katanya, menargetkan 5000 lorong akan jadi destinasi wisata kota.
"Saya promosikan Lorong Daeng Jakking. Karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan K-Apel sudah mencakup semua, yakni ramah anak, religius, literasi, isu lingkungan, kuliner dan wisata," puji Isvan, yang menilai semangat merupakan nyawa K-Apel.
Baca JugaFestival Cisadane 2026, 'Lestarikan Budaya'Ketua K-Apel, Rezky Amelia Syafiin, mengungkapkan kegiatan yang dilakukan K-Apel, selama ini dijalankan ibu-ibu dan anak-anak.
Sebagai orang yang juga pernah jadi binaan K-Apel, dia tahu betul semangat mereka.
Baca JugaIntegrasi SID, Website dan Medsos Jadi Kunci Promosi Potensi DesaDisampaikan bahwa tahun ini mereka fokus pada lingkungan hidup dengan pendekatan budaya.
Pembacaan puisi dalam bahasa Makassar yang ditampilkan, sebagai upaya pelestarian budaya daerah. Katanya, dia punya mimpi lorongnya akan jadi lorong pengelolaan sampah, dan bisa jadi role model seperti kegiatan yang dia lihat di Malino.
Baca JugaAmelia Sajidah, Travel Creator Mengangkat Indonesia Timur Punya Cerita"Ke Lorong Daeng Jakking pergi mengaji. Mengajinya setiap hari selasa. Selamat ulang tahun Komunitas Anak Pelangi. Jangan lupa terus berbagi cinta," kata mantan Duta Baca Sulsel itu berpantun.
Yeni Rahman, anggota DPRD Kota Makassar, mengatakan, tugasnya di Komisi D Bidang Kesra, erat kaitannya dengan kegiatan K-Apel.
Baca JugaDemi Merawat Tradisi, Sanggar Seni Antara Nusantara Bajeng Gelar Malam AssinrilikDari yang dia saksikan, tergambar potensi anak-anak begitu besar. Tinggal dikelola dengan baik.
Menurutnya, kita perlu membuat inovasi kegiatan agar budaya kita menarik dan disukai anak-anak.
Baca JugaKWN Sambut Dalang Ki Gunarto Usai Pentas Wayang Kulit di Selandia Baru"Kita boleh saja mengikuti zaman tapi budaya kita harus tetap terpelihara. Karena budaya itu karakter kita," imbuhnya.
Founder Tamparang Grup, Adi Akbar, mengiyakan jika mau sukses maka harus berbagi.
Baca JugaPesan Mendalam Ida Istri di Tengah Warga Banjar Perumnas Bekasi: Jangan Takut Ombak Jika Dirimu Sudah Menjadi SamudraItu yang dia alami. Dia lalu berbagi tips 3 cara sukses. Yakni, investasikan waktu untuk belajar, investasikan penghasilan buat orang tua, dan investasikan pendapatan untuk beramal.
"Kita akan sama-sama memberi warna bagi Parang Tambung," tegasnya.
Baca JugaPaku Buwana XIV Hangabehi Adakan Upacara Kenaikan TahtaSejumlah pihak tampak hadir dalam acara peringatan 11 tahun K-Apel, antara lain Ketua LPM Barombong, pustakawan Tulus Wulan Juni dan Zahir Juwana.
Juga aktivis dan penggiat literasi Rusdin Tompo, ada juga penyair Syahrir Rani Patakaki, Rosita Desriani, dan Muh Naafi. Red/Ben
Baca JugaTelah Lahir Pasinrilik Perempuan Pertama dari Sanggar Seni Antara Nusantara Gowa