Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Hari Perhubungan Nasional di Tengah Maraknya Kecelakaan Transportasi

S Samsuddin 18 Sep 2026 0 komentar
Hari Perhubungan Nasional di Tengah Maraknya Kecelakaan Transportasi
Hari Perhubungan Nasional di Tengah Maraknya Kecelakaan Transportasi

Indonesia pada  tanggal 17 September 2026 merayakan Hari Perhubungan Nasional ke 55. Salah satu tema kampanye yang diusung oleh Kementerian Perhubungan RI untuk Hari Perhubungan Nasional adalah Bersama Membangun Konektivitas untuk Indonesia Emas. Arti dari tema ini adalah komitmen Perhubungan Indonesia membangun sistem transportasi menghubungkan seluruh Indonesia secara baik.  

Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari banyak pulau. Kondisi inilah membuat bahwa Indonesia membutuhkan adanya Sistem Transportasi dengan tersedianya layanan  yang menghubungkan semua pulau-pulau tersebut sebagai satu kesatuan konektivitas yang baik. Konektivitas yang membangun satu kebangsaan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Pemerintah Indonesia ditugaskan oleh untuk menyediakan layanan transportasi  umum yang aman, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat. 

Baca JugaMengolah MBG: Antara Sorotan dan Harapan Generasi Indonesia

Persoalannya sampai sekarang adalah perjalanan pemerintah masih belum mau menyediakan layanan transportasi  umum Indonesia yang berkeselamatan. Layanan transportasi yang ada masih sering  terjadi kecelakaan atau masih belum aman dan nyaman. Kecelakaan  terjadi tengah perjalanan sehingga masyarakat tidak bisa sampai di tujuan dengan selamat. Misalnya saja dalam perjalanan masyarakat sering kali transportasi darat, udara dan laut di Indonesia banyak alami kecelakaan fatal hingga jatuh korban meninggal dunia serta luka-luka serius. 

Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia saat ini jumlah kejadian tahun 2025 sebanyak 3.288 kejadiaan dan korban meninggal dunia sebanyak 361 dan korban luka berat sebanyak 542 orang. Sementara itu vjumlah kecelakaan penerbangan yang terjadi di tahun 2025 adalah 9 kejadian dan insiden serius 10 kejadian dengan korban jiwa 12 orang. Begitu pula dengan sistem transportasi laut atau penyebarangan laut masih banyak terjadu kecelakaan saat melaut. Seperti kecelakaan yang terjadi pada kapal  tanggal 13 September 2026 Virgo Transportasi 8. Kapal yang berlayar dari Surabaya ke Banjarmasin itu membawa penumpang 243 orang mengalami kecelakaan di Laut Jawa. Ada korban 6 orang meninggal dan 229 masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian. 

Baca JugaRefleksi 81 Tahun Kejaksaan: Badai Pasti Berlalu

Masalah masih tingginya kecelakaan adalah akibat lemahnya pengawasan kualitas layanan  dan tidak adanya penegakan hukum oleh pemerintah. Menurut Basarnas dari Januari hingga 15 Agustus 2026 sudah terjadi 600 kecelakaan kapal saat melaut. Lemahnya kualitas layanan akibatnya tidak adanya perawatan yang baik dan tidak lainnya alat transportasi umum yang beroperasi di Indonesia. Lemahnya pengawasan ini adalah akibat dari ttidak adanya penegakan hukum yang mengatur keselamatan layanan transportasi umum di Indonesia oleh pemerintah. Akibatnya adalah operasional layanan transportasi umum di Indonesia dilakukan oleh alat transportasi dan manajemen yang tidak lain atau tidak berkeselamatan. 

Akhirnya Perhubungan Nasional gagal membangun konektivitas untuk melindungi hak bertransportasi masyarakat melalui darat, laut dan udara. Jika memang benar pemerintah ingin membangun konektivitas nasional maka harus membangun sistem layanan transportasi umum berkeselamatan yakni aman, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat. Keselamatan harus menjadi prinsip utama dari pelayanan negara kepada rakyatnya. Membangun keselamatan dalam bertransportasi harus dikerjakan oleh aparat pemerintah yang mau melayani dan bekerja baik serta tidak korup terutama dari sektor perhubungan dan penegakan hukum. 

Baca JugaJerat Setan Digital "Judol & Pinjol" Berikut 3 Tanda dan 4 Jalan Keluarnya

Oleh: Azas Tigor Nainggolan

Penulis Adalah Analis Kebijakan Transportasi. 
Ketua Koalisi Warga untuk Transportasi (KAWAT) Indonesia.

 

Bagikan berita:

Berita Terkait