Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Lamine Yamal Pernah Dimandiin Messi, Kini Keduanya Akan Bertanding di Laga Pamungkas Piala Dunia

S Samsuddin • 17 Jul 2026 • 0 komentar
Lamine Yamal Pernah Dimandiin Messi, Kini Keduanya Akan Bertanding di Laga Pamungkas Piala Dunia

Putraindonews.com, Jakarta – Kisah perjalanan hidup pemain bola profesional asal Spanyol, Lamine Yamal belakangan menuai sorotan.

Hal itu bukan semata karena bakat sepak bolanya yang mengagumkan, tapi juga karena kisah hidupnya yang sempat mengundang decak kagum.

Baca JugaDonald Trump Jadi Bahan Olokan di Iran, Terpenjara di Papan Reklame

Sewaktu masih bayi, Yamal ternyata sempat dimandiin sang legenda hidup sepak bola Argentina, Leonel Messi.

Momen tersebut terpotret melalui sebuah foto yang beredar luas di jejaring media sosial.

Baca JugaParlemen Malaysia Minta Prabowo Atasi Masalah Karhutla Menggunakan Bahasa Jawa

lamine-yamal-piala-dunia

Diketahuu, asal-usul foto Messi dan Yamal yang viral itu bermula dari unggahan Mounir Nasroui yang merupakan ayah Yamal. Mounir Nasroui mengunggah foto Messi sedang memandikan Yamal yang masih bayi di Instagram pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, Mounir Nasroui menuliskan caption 'awal dari dua legenda'.

Baca JugaEropa Bergolak, Demonstrasi Besar-Besaran Berlangsung di Albania

Di foto tersebut terlihat Messi muda yang mengenakan jaket berwarna putih dan masih berambut gondrong memandikan seorang bayi yaitu Lamine Yamal yang tersenyum didampingi ibunya, Sheila Ebana. Lamine Yamal bayi dimandikan Messi dalam sebuah bak mandi berwarna biru.

Takdir sepak bola terkadang menuliskan skenario yang jauh lebih indah dan dramatis daripada fiksi mana pun. Lebih dari satu dekade lalu, sebuah foto ikonik memperlihatkan megabintang Lionel Messi sedang memandikan seorang bayi mungil dalam sebuah kegiatan amal. Siapa sangka, bayi yang dulu ada di dalam bak mandi itu kini telah tumbuh menjadi monster baru di lapangan hijau. Nama bayi itu adalah Lamine Yamal, dan kini, keduanya bersiap untuk saling berhadapan di laga paling bergengsi di planet bumi: Final Piala Dunia.

Baca JugaAksi Protes Massal Berlangsung di Prancis, Ribuan Orang Ditangkap

Pertemuan ini bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Ini adalah bentrokan antara masa lalu yang agung, masa kini yang abadi, dan masa depan yang sangat cerah. Bagi Messi, laga pamungkas ini bisa menjadi tarian terakhirnya di panggung internasional, sebuah kesempatan untuk mengunci status Greatest of All Time (GOAT) secara mutlak. Sementara bagi Lamine Yamal, ini adalah panggung pembuktian bahwa estafet keajaiban sepak bola telah resmi berpindah ke tangannya.

Dari Bak Mandi ke Panggung Dunia

Foto yang diambil pada tahun 2007 untuk kalender amal UNICEF itu kini terasa seperti sebuah ritual "baptis" sepak bola. Messi yang saat itu masih menjadi bintang muda Barcelona yang sedang naik daun, berpose sambil tersenyum menatap bayi Yamal yang belum genap berusia satu tahun.

"Itu adalah momen yang luar biasa. Tentu saja saat itu kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Mengetahui bahwa bayi itu adalah Lamine Yamal terasa sangat surealis," ungkap fotografer yang mengabadikan momen tersebut.

Baca JugaParah! Kabut Asap Indonesia Sudah Selimuti ASEAN

Banyak pencinta sepak bola yang bercanda bahwa Messi secara tidak sengaja telah menularkan bakat sihirnya lewat air mandian tersebut. Gurauan itu tampaknya menjadi kenyataan. Yamal tumbuh dengan menimba ilmu di La Masia—akademi yang sama yang membesarkan Messi—dan memecahkan hampir semua rekor pemain termuda yang pernah ada, baik di Barcelona maupun di tim nasional Spanyol.

Bentrokan Dua Generasi Magic

Spanyol melangkah ke final dengan performa yang menakjubkan, dimotori oleh kreativitas dan kecepatan Lamine Yamal di sisi sayap. Di usia yang masih sangat muda, Yamal bermain dengan ketenangan seorang veteran. Visi bermainnya, dribelnya yang lengket di kaki, dan kemampuannya memecah kebuntuan sangat mengingatkan publik pada masa muda Lionel Messi.

Di sisi lain, Argentina melaju ke partai puncak berkat kepemimpinan dan magis yang belum pudar dari sang kapten, Lionel Messi. Meski usianya tak lagi muda, visi bertanding dan eksekusi peluang Messi tetap menjadi momok paling menakutkan bagi lini pertahanan mana pun di dunia.

Baca JugaPemerintah Singapura Ungkap 7 Perusahaan di Balik Kasus Karhutla Indonesia

Pertandingan final ini akan menjadi panggung yang sangat emosional. Yamal akan menghadapi idola masa kecilnya, sosok yang fotonya terpajang di dinding rumahnya, dan pria yang pernah memandikannya saat bayi.

Menanti Akhir dari Skenario Takdir

Dunia akan menahan napas saat peluit pertama dibunyikan. Apakah Messi yang akan menyempurnakan dongeng kariernya dengan trofi emas, ataukah Lamine Yamal yang akan mengudeta sang raja dan memulai eranya sendiri?

Satu hal yang pasti, laga pamungkas Piala Dunia ini tidak hanya sekadar memperebutkan trofi berlapis emas. Ini adalah perayaan sepak bola yang puitis—sebuah lingkaran takdir yang sempurna, bermula dari sebuah bak mandi kecil di Catalonia, dan berakhir di puncak tertinggi sepak bola dunia.

Baca JugaElon Musk Pamerkan Mobil Terbaru yang Bisa Terbang

Red/HS

Tags: #lamine yamal #leonel messi #mounir nasroui #sheila ebana

Bagikan berita:

Berita Terkait